Jemaah Haji Mendoakan Dunia Bebas Covid-19 Saat Wukuf di Arafah

Senin, 19 Juli 2021 18:27 Reporter : Hari Ariyanti
Jemaah Haji Mendoakan Dunia Bebas Covid-19 Saat Wukuf di Arafah Jemaah Haji Wukuf di Arafah. ©2021 REUTERS/Ahmed Yosri

Merdeka.com - Ribuan jemaah haji yang memakai masker berkumpul di Arafah untuk melaksanakan wukuf pada Senin. Dalam salah satu rukun haji itu, para jemaah meminta pengampunan kepada Allah dan mendoakan perdamaian dunia serta berakhirnya pandemi Covid-19.

Arab Saudi, di mana kota suci Makkah dan Madinah berada, melarang jemaah dari luar negeri untuk musim haji tahun ini. Ini merupakan musim haji kedua yang dilaksanakan di tengah pandemi, dengan pembatasan jumlah jemaah.

Untuk musim haji tahun ini, Arab Saudi hanya mengizinkan 60.000 jemaah. Mereka merupakan warga negara Arab Saudi dan warga negara lain yang tinggal di negara kerajaan tersebut.

Syarat bagi jemaah haji yaitu berusia 18 sampai 65 tahun, yang telah divaksinasi penuh atau sembuh dari virus corona serta tidak menderita penyakit kronis.

“Perasaan yang tidak dapat dijelaskan saya terpilih di antara ribuan orang untuk melaksanakan ibadah haji. Saya berdoa pada Allah agar mengakhiri masa sulit yang dialami seluruh dunia di bawah virus corona,” jelas seorang jemaah asal Palestina yang tinggal di Riyadh, Um Ahmed, dilansir Al Arabiya, Senin (19/7).

Um Ahmed menambahkan, dia kehilangan empat anggota keluarganya karena virus corona.

Pada musim haji tahun-tahun sebelum pandemi, lebih dari 2 juta Muslim berkumpul di Arafah untuk melaksanakan wukuf, duduk berdekatan satu sama lain, membawa payung dan kipas tangan agar terlindung dari suhu panas yang bisa mencapai 40 derajat Celcius.

Tahun ini para jemaah haji harus menerapkan jaga jarak sosial dan memakai masker saat melaksanakan wukuf di Arafah, bukit di mana Allah menguji keyakinan Ibrahim dengan memintanya mengorbankan putranya, Ismail.

Arafah juga merupakan tempat di mana Nabi Muhammad menyampaikan khotbah terakhirnya.

“Doa pertama adalah meminta agar Allah mengangkat pandemi ini, kemalangan dan duka ini untuk semua umat manusia dan untuk umat Muslim, agar di tahun-tahun mendatang mereka bisa melaksanakan ibadah haji dan jutaan orang memenuhi kembali tempat-tempat suci ini,” jelas seorang jemaah haji asal Suriah, Maher Baroody. [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini