Jelang Pemilu AS, Sejumlah Pemilih Hadapi Beragam Intimidasi

Selasa, 3 November 2020 19:08 Reporter : Hari Ariyanti
Jelang Pemilu AS, Sejumlah Pemilih Hadapi Beragam Intimidasi Kampanye Donald Trump Usai Sembuh dari Covid-19. ©2020 REUTERS/Jonathan Ernst

Merdeka.com - Ketika pemilih Amerika bersiap menuju TPS pada 3 November, ancaman tekanan dan intimidasi dibagikan secara meluas di media sosial. Tahun ini, para pemilih menghadapi ancaman mobilisasi milisi, kampanye luar ruang dekat TPS, dan penutupan jalan raya oleh mobil berbendera.

Pemantau France 24 berbicara dengan Wakil Presiden Eksekutif Komite Pengacara untuk Hak Sipil Berdasarkan Hukum, Damon Hewitt, membahas ancaman utama untuk pemilihan yang adil di AS tahun ini.

Komite Pengacara mengelola hotline 866-OUR-VOTE, hotline pemilih non partisan terbesar di AS. Sejak Juli, mereka telah menerima lebih dari 100.000 panggilan, dua kali lebih banyak dari tahun pemilihan sebelumnya.

Hewitt memperkirakan peningkatan ini karena adanya perubahan prosedur pemilihan selama pandemi Covid-19.

"Kami melihat banyak panggilan yang berkaitan dengan kebingungan tentang absensi atau pemungutan suara melalui surat, karena peraturan berubah. Ada litigasi yang sedang berlangsung oleh orang-orang yang ingin membatasi demokrasi dengan membatasi berapa banyak orang yang dapat memilih, atau apa pilihan mereka untuk memilih, atau bagaimana mereka dapat menyerahkan surat suara mereka. Kami juga menerima telepon tentang kemungkinan kasus intimidasi pemilih, di mana orang-orang yang memiliki senapan panjang di tempat pemungutan suara, atau kehadiran polisi yang tidak pantas dalam beberapa kasus," jelasnya, seperti dikutip dari France 24, Selasa (3/11).

Baca Selanjutnya: Intimidasi di Texas...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini