Jadi Trending di Twitter, Xi Jinping Diisukan Dikudeta

Minggu, 25 September 2022 12:16 Reporter : Pandasurya Wijaya
Jadi Trending di Twitter, Xi Jinping Diisukan Dikudeta xi jinping. ©Reuters

Merdeka.com - Presiden China Xi Jinping menjadi topik pembicaraan yang ramai dibahas di Twitter sejak kemarin lantaran muncul laporan dia berada dalam tahanan rumah menyusul kudeta militer. Laporan itu sendiri tidak terkonfirmasi dan tidak dimuat oleh sumber-sumber berita terpercaya.

Xi dan tagar #kudetaChina menjadi isu yang banyak disebut di Twitter setelah puluhan ribu orang menyebarkan. Isu itu menyebut Xi ditangkap dan digulingkan oleh anggota militer China yang biasa disebut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).

Laman Newsweek melaporkan, Sabtu (24/9), spekulasi ini muncul di tengah informasi yang menyebut hampir tidak ada penerbangan komersil yang keluar masuk Ibu Kota Beijing Sabtu kemarin. Laporan lain yang juga tidak terkonfirmasi menyebut kereta dan bus juga semua tidak beroperasi di Beijing.

Situs resmi Bandara Beijing memperlihatkan sejumlah penerbangan memang dibatalkan tapi banyak juga yang masih sesuai jadwal dan sudah mendarat. Selain itu ada juga laporan mengatakan sejumlah penerbangan dibatalkan karena ada latihan militer.

Sebuah video yang banyak dibagikan di Twitter juga memperlihatkan deretan kendaraan militer yang mencapai panjang 80 kilometer tengah menuju Beijing di tengah laporan kudeta pada 22 September.

Namun video itu hanya berdurasi kurang dari satu menit jadi tidak memperlihatkan iring-iringan kendaraan itu mencapai 80 kilometer. Selain itu video tersebut juga tidak menyebutkan kapan dan di mana direkam atau apakah benar konvoi kendaraan militer itu adalah bagian dari aksi kudeta militer.

2 dari 2 halaman

Rumor ini juga kian memanas setelah politikus India Subramanian Swamy yang memiliki 10 juta pengikut di Twitter kemarin mencuit: "Rumor baru harus diperiksa: Benarkah Xi Jinping berada dalam tahanan rumah di Beijing? Ketika Xi ada di Samarkand belum lama ini, para pemimpin Partai Komunis China seharusnya sudah menggulingkan Xi sebagai pemimpin militer. Kemudian muncullah isu penangkapan. Rumor pun meluas."

Dalam serangkaian cuitan mantan pejabat Departemen Pertahanan untuk China, Taiwan, dan Mongolia, Drew Thompson menyebut rumor itu "sangat keliru".

"Rumor yang menyebut Xi Jinping ditangkap punya pijakan karena saat ini memang sedang muncul isu politik yang sensitif di China dan sejumlah pejabat senior belum lama ini banyak yang diadili dan didakwa sehingga menimbulkan suasana cukup panas," tulis Thompson.

"Diskusi terbuka tentang oposisi terhadap Xi membuat rumor ini masuk akal. Meski tidak ada cukup bukti yang menyatakan Xi tengah menghadapi oposisi internal, spekulasi tetap muncul. Situasi ini membuat isu kian liar dan bagi sebagian orang ada yang berhadap memang Xi ditangkap."

Frida Ghitis, responden dan koresponden serta kolumnis isu internasional di CNN juga menyangkal "isu liar" yang berasal dari China ini.

"Media sosial ramai soal kabar kudeta di China, bahwa Xi Jinping menjadi tahanan rumah. Tapi semua itu tidak ada buktinya."

Xi Jinping belum lama ini hadir dalam konferensi tingkat tinggi di Shanghai Cooperation Organisation (SCO) yang berlangsung di Samarkand, Uzbekistan dan dia bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. [pan]

Baca juga:
China dan Rusia Janjikan Tatanan Dunia yang Lebih Adil
Zelenskyy Ingin Bicara Langsung dengan Xi Jinping, Desak Bantu Akhiri Perang
Sejarah Konflik dan Peta Kekuatan Militer China vs Taiwan
Demi Tingkatkan Angka Vaksinasi, Xi Jinping Disuntik Vaksin Covid Buatan Dalam Negeri
Kunjungi Xinjiang, Xi Jinping Siapkan Pejabat Ahli Marxisme yang Paham Agama
Politikus Hong Kong Positif Covid Setelah Berfoto dengan Xi Jinping
Anggota Partai Komunis China Didominasi Anak Muda Terpelajar, Ini Jumlahnya
Jelang Kongres Partai Komunis, Xi Jinping Minta Masukan dari Netizen China
Xi Jinping Tanda Tangani Panduan Operasi Militer, Tentara China Bisa ke Negara Lain

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini