Jadi buronan, Yingluck Shinawatra malah asyik belanja di London

Selasa, 9 Januari 2018 11:25 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Yingluck Shinawatra. ©2016 REUTERS/Jorge Silva

Merdeka.com - Pemerintah Thailand menyatakan mereka sudah mengetahui keberadaan mantan Perdana Menteri, Yingluck Shinawatra, yang kabur sebelum divonis lima tahun penjara karena korupsi. Adik mantan PM Thaksin Shinawatra itu bersembunyi di London, inggris, tetapi mereka belum bisa memulangkan dia dalam waktu dekat.

Menurut Menteri Luar Negeri Thailand, Don Pramudwinai, keberadaan Yingluck sudah diketahui sejak Septembar tahun lalu. Mereka saat ini sedang berusaha meminta Inggris memulangkan Yingluck karena kedua negara memiliki perjanjian ekstradisi.

"Menteri Luar Negeri Inggris memberi tahu kami kalau Yingluck ada di London. Namun kami belum berhasil menemukannya," kata Pramudwinai, dilansir dari laman Reuters, Selasa (9/1).

Baru-baru ini di media sosial beredar dua foto Yingluck bersama seorang perempuan tidak dikenal di London. Satu diambil saat dia sedang berada di luar pusat perbelanjaan Harrod's, lainnya memperlihatkan dia sedang berbelanja di Mal Westfield.

Mahkamah Agung Thailand menjatuhkan vonis lima tahun penjara secara in absensia kepada Yingluck pada September tahun lalu. Majelis hakim menyatakan Yingluck bersalah karena mengabaikan peringatan kalau bakal terjadi korupsi dalam proyek subsidi beras, dan dia dianggap melalaikan tugas.

Aparat Thailand sudah menggelar penyelidikan mengapa Yingluck bisa kabur. Tiga polisi diduga membantunya kabur ke luar negeri.

Yingluck dikudeta tiga tahun lalu. Konflik antara kaum elit konservatif dan orang-orang kaya Thailand dibantu militer dengan dinasti Shinawatra mewarnai politik Negeri Gajah Putih selama lebih dari satu dekade. Thaksin juga tersingkir dari puncak kekuasaan karena kudeta pada 2006.

Dinasti Shinawatra sangat populer di mata penduduk daerah pedesaan. Mereka adalah pemilih loyal dan membantu Thaksin serta Yingluck memenangkan pemilihan umum. Namun, pembelian beras di atas harga normal dianggap cuma buat menyenangkan pendukung klan Shinawatra. Sebab, beras itu tidak mungkin diekspor karena pemerintah bakal rugi.

Ujungnya mereka malah menimbun beras dan merusak harga di dunia. Namun, celah itu justru disambar oleh Vietnam yang kini menjadi eksportir beras nomor satu di dunia.

Yingluck merasa tidak bersalah dan menuduh kasusnya dibuat-buat. Konon karena kebijakannya, pemerintah junta militer Thailand mengatakan negara merugi USD 8 juta.

Karena khawatir bakal dihukum berat, Yingluck kabur ke Dubai. Dia sempat bersembunyi di rumah Thaksin Shinawatra di kompleks Emirates Hills. Thaksin juga lari dari proses hukum perkara rasuah membelitnya.

Yingluck dikabarkan mengajukan suaka politik di Inggris. Kendati demikian, Kantor Urusan Dalam Negeri Inggris yang biasa mengurus soal suaka menolak berkomentar ketika ditanyakan perihal permohonan suaka politik Yingluck. [ary]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini