Izinkan Iran punya nuklir, Obama mengaku tetap lindungi Israel

Senin, 6 April 2015 12:39 Reporter : Ardyan Mohamad
Izinkan Iran punya nuklir, Obama mengaku tetap lindungi Israel Barack Hussein Obama. alarabiya.net

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama menyatakan tercapainya perjanjian nuklir dengan Iran sudah dikalkulasi secara matang. Walau mengizinkan Iran memiliki teknologi nuklir, dia menjamin Israel sebagai sekutu dekatnya tetap aman.

"Saya akan menganggap (perjanjian nuklir Iran) kegagalan fundamental masa kepemimpinan saya, jika konsekuensinya membuat Israel lebih rapuh," kata Obama seperti dilansir Channel News Asia, Senin (6/4).

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengkritik keras kesepakatan nuklir Iran. Kampanye petinggi negara Zionis sudah digalang sejak enam bulan terakhir agar dialog antara enam negara dengan Iran batal.

Netanyahu mengatakan negaranya sangat terancam dengan fakta Iran memiliki reaktor nuklir. Dia menilai tidak ada jaminan Negeri Para Mullah itu memakai nuklir hanya demi tujuan damai, yakni menyalurkan listrik murah ke desa-desa.

"Kami mendesak agar dibuat kesepakatan yang lebih baik," kata Netanyahu. Israel sudah mendapat dukungan dari Partai Republik yang menguasai DPR Amerika Serikat. Akan digelar hak angket untuk membatalkan perjanjian Obama itu.

Merujuk kesepakatan yang dibuat di Kota Lausanne, Swiss, akhir pekan lalu, Iran bersedia mengurangi persediaan fasilitas pengayaan uranium hingga 98 persen. Dengan demikian, negara Syiah kaya minyak itu dipastikan tidak memiliki bahan baku senjata nuklir. Selain itu, pemerintah Iran juga bersedia diperiksa badan internasional Energi Atom (IAEA) saban tahun.

Sebagai ganti atas sikap kooperatif itu, Iran tidak lagi dikenakan sanksi ekonomi, baik oleh AS, Inggris, maupun Jerman. Iran memiliki reaktor nuklir terbesar di Arak, yang menurut laporan PBB sudah mampu mengurai uranium ke level 20 persen, tahap awal membuat bom.

Obama menilai kesepakatan antara Iran dan pihaknya sangat ideal. Dia meminta Netanyahu tidak melulu protes, karena AS justru berusaha melindungi kepentingan Negeri Zionis itu. Untuk diketahui, satu-satunya negara di Timur Tengah yang dipastikan memiliki hulu ledak nuklir adalah Israel. Iran cuma punya reaktor, sementara Arab Saudi baru berencana mengimpor bahan baku senjata nuklir dari Pakistan.

"Kendati muncul perbedaan pendapat antara saya dan PM Netanyahu, saya berusaha konsisten mengatakan upaya Amerika melindungi Israel tidak tergoyahkan," kata presiden AS. [ard]

Topik berita Terkait:
  1. Amerika Serikat
  2. Iran
  3. Israel
  4. Nuklir
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini