Italia Sita Narkoba Diduga Produksi ISIS Senilai Rp14,4 Triliun

Kamis, 2 Juli 2020 10:28 Reporter : Hari Ariyanti
Italia Sita Narkoba Diduga Produksi ISIS Senilai Rp14,4 Triliun narkoba isis di italia. ©Aljazeera

Merdeka.com - Polisi Italia menyita 14 ton pil amfetamin, yang diduga diproduksi di Suriah oleh ISIS untuk mendanai kegiatan "teroris" dan ditujukan untuk pasar obat ilegal Eropa.

Penyelidik mengatakan, telah menahan tiga kapal kontainer mencurigakan pada Rabu yang merapat di pelabuhan Italia selatan Salerno dan menemukan 84 juta tablet obat Captagon di dalam mesin dan silinder kertas besar untuk keperluan industri yang mereka bawa.

Obat-obatan itu bernilai sekitar USD 1,12 miliar atau sekitar Rp14,4 triliun dan akan dijual di pasar Eropa "untuk membiayai terorisme", kata polisi keuangan Naples dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Aljazeera, Kamis (2/7).

"Kita tahu ISIS membiayai kegiatan terorisnya terutama dengan perdagangan narkoba yang dilakukan di Suriah yang dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi produsen amfetamin terbesar di dunia," jelas pernyataan itu.

"Ini adalah penyitaan amfetamin terbesar di dunia."

Saat memotong gulungan kertas dan roda gigi logam dengan gergaji, ditemukan tablet yang dicetak dengan dua lingkaran, simbol Captagon.

Video yang diambil polisi menunjukkan pil tumpah dari gulungan dan roda saat dibuka paksa.

1 dari 1 halaman

Polisi mengatakan sedang menyelidiki apakah Camorra yang berbasis di Naples mengorganisir kejahatan ini dan mendalami apakah mereka memerintahkan pengiriman besar-besaran untuk penjualan internasional.

Dua pekan lalu, pengiriman obat dalam jumlah lebih kecil disita di pelabuhan Salerno yang ditempatkan dalam kontainer pakaian.

Captagon, nama merek obal, awalnya digunakan pada 1960-an untuk mengobati narkolepsi dan depresi.

Captagon adalah salah satu dari beberapa nama merek fenethylline hidroklorida, senyawa obat milik golongan amfetamin yang dapat menghambat rasa takut dan menangkal kelelahan.

Polisi bea cukai dalam sebuah pernyataan menerangkan, Captagon sering digunakan anggota ISIS untuk "menghambat rasa takut dan sakit".

Jumlah obat yang disita cukup untuk memenuhi seluruh pasar Eropa, kata polisi, tanpa memberikan jangka waktu.

Dua pekan lalu, juga di pelabuhan Salerno, polisi menyita sebuah kontainer yang dikirim dari Suriah untuk menyelundupkan 2.800 kilogram ganja dan lebih dari 1 juta pil amfetamin dengan simbol yang sama dengan yang dicegat pada Rabu. [pan]

Baca juga:
Kuburan Massal Ditemukan di Dekat Bekas Wilayah Kekuasaan ISIS di Suriah
Serangan Tewaskan 60 Orang di Nigeria, ISIS dan Boko Haram Klaim Bertanggung Jawab
Mantan Militan ISIS Sebut Dirinya Direkrut Intelijen Inggris buat Mata-Matai Rusia
Lewat Rekaman Suara, ISIS Sebut Covid-19 Hukuman Bagi Orang Kafir

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini