Israel jadikan Donald Trump nama stasiun kereta di Tembok Barat Yerusalem

Kamis, 28 Desember 2017 09:53 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Israel jadikan Donald Trump nama stasiun kereta di Tembok Barat Yerusalem Capres Donald Trump bersama istrinya Melania. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Perhubungan Israel Yisrael Katz berencana stasiun kereta api di dekat Tembok Barat Yerusalem diberi nama baru setelah Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Rencananya stasiun kereta api itu untuk Kuartal Yahudi di Kota Tua Yerusalem. Katz memutuskan untuk menghormati Trump melalui cara ini dan memindahkan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem dari Tel Aviv.

"Tembok Barat adalah situs tersuci dari orang-orang Yahudi, dan saya memutuskan untuk memberi nama stasiun kereta yang menuju ke sana setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan keputusan yang berani dan bersejarah untuk mengenali Yerusalem sebagai ibu kota Negara Israel." kata Katz.

Menurut Koran Harian Tel Aviv, Yedioth Ahronoth, Katz menyetujui rekomendasi dari komite pengarah Kereta Api Israel yang mengusulkan pengembangan stasiun kereta api Western Wall di Cardo. Sebuah jalur kuno di Kuartal Yahudi dekat Kotel.

Katz menyebutnya Stasiun Donald John Trump. "Ini adalah salah satu dari dua stasiun yang diusulkan untuk perpanjangan jalur baru kereta berkecepatan tinggi yang hampir selesai antara Tel Aviv dan pintu masuk barat ke Yerusalem melalui Bandara Internasional Ben-Gurion dan kota Modi'in," katanya dilansir dari Haaretz.

"Katz menyebut perpanjangan jalur kereta api ke Kota Tua merupakan Proyek nasional yang terpenting bagi Kementerian Perhubungan, dengan biaya proyek diperkirakan mencapai 2,5 miliar shekel (Rp 9,7 triliun)," kata Yedioth Ahronoth. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini