Israel Bom Rumah Pemimpin Hamas di Gaza

Senin, 17 Mei 2021 12:00 Reporter : Hari Ariyanti
Israel Bom Rumah Pemimpin Hamas di Gaza Israel hancurkan gedung yang menjadi kantor sejumlah media asing. ©REUTERS/Mohammed Salem

Merdeka.com - Pada Minggu (16/5), Israel mengebom rumah pemimpin Hamas di Gaza dan menghancurkan rumah sebuah keluarga di Gaza saat Hamas meluncurkan lebih dari 100 roket ke Israel.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyampaikan pihaknya mengebom rumah Yahya Sinwar, pemimpin Hamas sejak 2017, di lingkungan Khan Yunis, Gaza selatan pada Minggu subuh. Juru bicara IDF, Brigjen Hidai Zilberman mengatakan Sinwar tidak mengalami luka dalam serangan tersebut.

Dua serangan udara Israel pada Minggu subuh di Gaza menewaskan sedikitnya 43 warga Palestina, termasuk delapan anak-anak, dan melukai 50 orang lainnya, paling banyak perempuan dan anak-anak, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Dikutip dari CNN, Senin (17/5), tim medis dan pertahanan sipil Palestina mengatakan mereka menyelamatkan lima anak-anak dari reruntuhan pada Minggu pagi. Operasi penyelamatan di TKP menunjukkan seorang gadis kecil dengan kepala berdarah diangkat dari reruntuhan oleh tim medis.

IDF mengatakan di Twitter pada Minggu pagi, sayap Hamas menembakkan 120 roket antara pukul 19.00 pada Sabtu dan 07.00 pada Minggu, di mana 11 roket jatuh di Gaza. Zilberman mengatakan, pihaknya menargetkan puluhan peluncur roket, yang mampu menembakkan beberapa roket sekaligus.

Jumlah korban jiwa di Gaza terus bertambah, saat ini jumlahnya menjadi 197, termasuk 58 anak-anak dan 34 perempuan, menurut data Kementerian Kesehatan Palestina. Sejak awal serangan udara Israel di Gaza sejak Senin lalu, sedikitnya 1.225 orang terluka, diperkirakan jumlahnya terus bertambah karena paramedis masih terus melakukan upaya pencarian dan penyelamatan.

Pada Minggu, IDF merilis foto-foto yang diduga instalasi roket Hamas dan terowongan yang dekat dengan infrastruktur sipil seperti sekolah dan rumah sakit, menuduh Hamas sengaja dan secara sistematis menempatkan target militernya di tengah populasi sipil dan membahayakan warga.

Dalam sebuah pernyataan, Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan dirinya cemas dengan meningkatnya korban sipil. Guterres mengingatkan semua pihak bahwa menargetkan warga sipil tanpa pandang bulu dan media melanggar hukum internasional dan harus dihindari.

Baca Selanjutnya: 10 anggota keluarga terbunuh...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini