Israel Berencana Bangun Pabrik Pembuatan Vaksin Corona

Rabu, 19 Februari 2020 15:12 Reporter : Merdeka
Israel Berencana Bangun Pabrik Pembuatan Vaksin Corona Benjamin Netanyahu. ©REUTERS

Merdeka.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pekan lalu mengatakan negaranya akan membangun pabrik vaksin untuk obat virus corona.

"Saya telah memerintahkan Institut Biologis bertindak secepat mungkin untuk membuat vaksin melawan virus dan membangun pabrik vaksin di Israel." Pernyataan itu menimbulkan keraguan di sejumlah kalangan.

Netanyahu serius mengatakan akan membangun pabrik produksi, sedangkan seluruh dunia masih berlomba untuk mengembangkan vaksin virus corona (Covid-19).

Perintah Netanyahu muncul setelah dia bertemu dengan profesor Shmuel Shapira, kepala Institut Penelitian Biologi Israel, yang mengatakan bahwa lembaga tersebut mampu menangani tugas itu.

Seperti yang dilaporkan Chaim Levinson di laman Haaretz akhir pekan lalu, Netanyahu tidak hanya menanggapi janji-janji Shapira dengan serius, tetapi juga memerintahkan proyek tersebut dianggarkan, sehingga menyelamatkan unit vaksin lembaga itu agar tidak ditutup seperti yang telah direncanakan.

1 dari 2 halaman

Sementara itu, Israel telah memperoleh sampel virus Covid-19 dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk membantu mengembangkan vaksin. Staf institut dan peneliti lain akan bergabung secara global menemukan vaksin corona. WHO memperkirakan tugas ini akan memakan waktu kurang dari setahun.

Adapun bagian kedua dari janji Netanyahu, yaitu untuk mendirikan fasilitas manufaktur di Israel tidak akan berdampak pada ancaman Covid-19. Membangun fasilitas adalah proses rumit yang membutuhkan keahlian khusus. Ini juga berisiko, baik dari perspektif teknologi dan keuangan.

Namun demikian, janji Netanyahu tidak sepenuhnya jauh dari kenyataan. Selama beberapa tahun terakhir, Kementerian Kesehatan dan yang lainnya di pemerintahan telah melakukan pekerjaan dasar yang diperlukan untuk mengembangkan pabrik vaksin, bahkan telah mengambil langkah nyata pertama untuk memajukannya.

2 dari 2 halaman

Pembangunan Pabrik Memakan Waktu Hingga 7 Tahun

Perusahaan Inggris GSK, salah satu dari sedikit pemain di industri vaksin global, telah ditarik untuk membantu proyek tersebut, mungkin bekerja sama dengan perusahaan kedua. Kota Neger Yeruham juga telah dipilih sebagai lokasi pembangunan pabrik itu.

Mendirikan sebuah pabrik, jika itu terjadi, akan memakan waktu antara empat hingga tujuh tahun. Pabrik ini tidak akan mengembangkan vaksin tetapi membuatnya untuk pasar domestik dan mungkin untuk ekspor.

Desakan untuk membangun pabrik pembuatan vaksin sudah dimulai lebih dari satu dekade yang lalu pada saat wabah flu babi terjadi.

Peristiwa itu sangat membekas bagi Israel. Pada waktu wabah itu terjadi di 2009 Israel tidak ada pasokan vaksin. Pada saat-saat terakhir, para pejabat kemudian memesan pasokan dari luar negeri dengan biaya yang mahal yaitu 470 juta shekel (sekitar Rp1,8 triliun).

Reporter Magang : Roy Ridho [pan]

Baca juga:
WNI Terinfeksi Corona di Singapura Sembuh, Sudah Pulang dari Rumah Sakit
Apple sebut Virus Corona Pengaruhi Bisnis Perusahaan
Intip Aktivitas Pasien Gejala Ringan Virus COVID-19 di Rumah Sakit Wuhan
Virus Corona Tak Ganggu Kinerja Ekspor Freeport
Antisipasi Perlambatan Ekonomi, Mendagri Minta Dana Desa Segera Dibelanjakan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini