Iran Produksi Massal Obat Malaria Untuk Pengobatan Virus Corona

Rabu, 1 April 2020 15:13 Reporter : Hari Ariyanti
Iran Produksi Massal Obat Malaria Untuk Pengobatan Virus Corona Ilustrasi obat. shutterstock

Merdeka.com - Saat sanksi Amerika Serikat (AS) menghalangi akses bagi Iran mendapatkan obat-obatan dan peralatan medis, perusahaan farmasi negara ini dan para pakar penyakit menular melakukan upaya mandiri. Iran Darou Company memproduksi sendiri obat anti malaria, atas rekomendasi WHO, untuk mengobati pasien virus corona (Covid-19).

Banyak dokter dan pakar penyakit menular di China, Eropa, dan AS juga memperbolehkan obat malaria untuk didistribusikan dan diberikan kepada pasien Covid-19 khususnya pasien dewasa yang dirawat di rumah sakit. Menurut para pakar, praktik itu dinilai layak ketika uji coba klinis tak tersedia atau tidak memungkinkan.

Dilansir dari laman Press TV, Rabu (1/4), para pakar dan perusahaan di Iran juga tengah melakukan uji coba, untuk memastikan efisiensi obat itu dalam melawan virus corona.

Obat anti malaria seperti Chloroquine dinilai sebagai obat potensial dalam perang global melawan pandemi virus corona. Menurut penelitian baru, obat ini dapat mengurangi gejala virus dan banyak pasien yang dirawat, kondisinya membaik dan dipulangkan dari rumah sakit.

Para pejabat di Iran mengatakan akan terus memproduksi obat ini selama negara membutuhkannya. Upaya ini sangat penting karena Iran berada di bawah sanksi terberat. AS tetap bersikukuh tak mencabut sanksinya kendati ada seruan internasional untuk mencabutnya. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini