Ini Alasan WHO Sebut Cacar Monyet Belum Bisa Jadi Pandemi Global

Selasa, 31 Mei 2022 13:36 Reporter : Pandasurya Wijaya
Ini Alasan WHO Sebut Cacar Monyet Belum Bisa Jadi Pandemi Global ilustrasi who. ©Reuters

Merdeka.com - Badan Kesehatan Dunia (WHO) kemarin mengatakan saat ini belum khawatir akan penyebaran kasus cacar monyet di luar Afrika yang bisa memicu pandemi global.

Sejak Inggris melaporkan kasus pertama cacar monyet pada 7 Mei lalu kini sudah ada 400 kasus suspek dan terkonfirmasi yang dilaporkan kepada WHO di hampir dua lusin negara yang lokasinya jauh dari tempat virus ini menjadi endemi.

WHO sudah menyampaikan peringatan akan "situasi tidak lazim" ini , namun badan kesehatan PBB itu menuturkan tidak ada alasan untuk panik terhadap virus yang menyebar melalui kontak dekat dan biasanya tidak menyebabkan sakit parah ini.

Saat ditanya apakah penyakit ini bisa menjadi pandemi global, pakar cacar monyet WHO Rosamund Lewis mengatakan dalam jumpa pers, "kami tidak tahu. Tapi menurut kami tidak akan. Saat ini kita tidak khawatir akan terjadi pandemi global."

Menurut dia, perlu segera diambil langkah untuk mencegah penyebaran virus ini lebih luas.

"Masih memungkinkan untuk menghentikan wabah ini sebelum dia membesar," kata dia dalam sebuah forum daring, seperti dilansir MSN mengutip AFP, Selasa (31/5).

"Menurut saya, kita tidak perlu ramai-ramai merasa takut."

Cacar monyet masih berhubungan dengan cacar air yang dahulu membunuh jutan orang di seluruh dunia setiap tahun sebelum akhirnya bisa dibasmi pada 1980.

Namun cacar monyet jauh lebih tidak parah dan mereka yang terkena bisa sembuh dalam tiga hingga empat pekan.

Gejala awal dari penyakit ini yaitu demam tinggi, muncul ruam di kulit yang menggembung seperti campak.

2 dari 2 halaman

Para ahli kini sedang menyelidiki mengapa virus ini tiba-tba bisa menyebar di negara yang sebelumnya tidak pernah mengalami dan menulari anak muda.

Salah satu teorinya adalah virus ini menyebar lebih mudah di antara orang yang berusia di bawah 45 tahun yang belum mendapat vaksin cacar air.

Vaksin untuk cacar air juga diketahui 85 persen efektif dalam mencegah cacar monyet, tapi kini pasokannya sedikit.

Para ahli khawatir cacar air bisa mengambil kesempatan adanya kesenjangan imunitas global dalam hal vaksin cacar air ini.

"Kami khawatir penyakit ini akan menggantikan cacar air dan kami tidak mau itu terjadi," kata Lewis yang juga mengepalai sekretariat cacar air WHO.

Dia juga menekankan perlunya meningkatkan kewaspadaan di antara mereka yang rentan, segera mendeteksi kasus, mengisolasi mereka yang tertular dan melakukan pelacakan kontak.

"Jika kita bertindak cepat dan kita bekerja bersama, kita bisa menghentikan ini sebelum penyakit ini menulari orang yang rentan," kata dia.

Sejauh ini banyak kasus ditemukan pada kaum pria yang berhubungan seks dengan pria.

Ahli menegaskan tidak ada bukti cacar monyet ditularkan lewat hubungan seks namun sejauh ini banyak kejadian yang mengaitkannya dengan acara-acara komunitas LGBT yang digelar dengan kerumunan orang jarak dekat.

"Ini bukan penyakit kaum gay," kata Andy Seale dari WHO. Dia mengatakan virus ini bisa menular dari kelompok masyarakat mana pun yang berada dalam kerumunan dan terjadi sentuhan antarkulit.

Sylvie Briand kepala persiapan dan pencegahan pandemi dan epidemi WHO mengakui penularan lewat pernapasan juga terjadi pada penyakit ini.

Namun dia mengatakan belum diketahui jelas apakah penularannya melalui "percikan (droplet) atau udara".

"Masih banyak yang tidak diketahui," kata dia dalam jumpa pers kemarin. [pan]

Baca juga:
Kasus Cacar Monyet di Spanyol dan Portugal Terus Bertambah Jadi Ratusan
Hoaks Seputar Cacar Monyet Diciptakan di Lab dan Klaim Lainnya Terbantahkan
Uni Emirat Arab Temukan Tiga Kasus Baru Cacar Monyet
Muncul 21 Kasus Cacar Monyet di Nigeria, Satu Pasien Meninggal
Pakar Kesehatan: Pasien Cacar Monyet Harus Hindari Kontak dengan Hewan Peliharaan
WHO: Cacar Monyet Bisa Ditangani Jika Kita Bertindak Sekarang
Pakar Kesehatan: Tidak Perlu Vaksinasi Massal untuk Cegah Cacar Monyet
Roche Swiss Kembangkan Alat Tes PCR untuk Virus Cacar Monyet
Kasus Cacar Monyet Sudah Sampai di Uni Emirat Arab
Kemenkes: Penularan Cacar Monyet Lewat Droplet

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini