Ini Alasan Penasihat Keamanan Trump Tolak Dengarkan Rekaman Pembunuhan Khashoggi

Jumat, 30 November 2018 13:01 Reporter : Ira Astiana
Ini Alasan Penasihat Keamanan Trump Tolak Dengarkan Rekaman Pembunuhan Khashoggi Penasihat keamanan nasional AS John Bolton. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Penasihat Keamanan Nasional Presiden Amerika Serikat Donald Trump, John Bolton, menolak untuk mendengarkan rekaman suara saat wartawan Jamal Khashoggi dibunuh. Menurutnya, tidak ada gunanya dia mendengar rekaman itu karena dia tidak bisa bahasa Arab.

"Apa yang bisa saya dapatkan (dari rekaman itu)? Jika mereka berbicara bahasa Korea, saya pun tetap tidak bisa mendapat informasi apa-apa dari itu," kata Bolton kepada awak media dalam konferensi pers di Gedung Putih, Jumat (30/11).

Bolton pun menambahkan bahwa tanpa mendengar rekaman, dia sudah bisa mendapat semua informasi yang diperlukan dengan membaca transkip rekaman.

"Orang-orang yang bisa berbicara bahasa Arab sudah mendengarkan rekaman itu dan mereka memberi kami transkipnya. Saya sudah memiliki pemahaman penuh tentang rekaman itu dan saya puas bahwa rekaman itu bisa didapatkan dan dijadikan sebagai bahan pertimbangan presiden dalam mengambil keputusan," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Khashoggi dibunuh di kantor konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober lalu. Para pejabat Saudi awalnya mengklaim bahwa Khashoggi tewas dalam operasi yang 'salah' dalam upaya membawanya kembali ke negara asal.

Namun badan-badan intelijen AS menyimpulkan bahwa pembunuhan tersebut sebenarnya telah dirancang dan diperintahkan oleh Pangeran Saudi Muhammad bin Salman. Kesimpulan itu pu mendorong seruan agar Kongres mengambil sikap lebih keras kepada AS sebagai sanksi.

Meski demikian, Trump telah mengindikasikan bahwa AS tidak akan menghukum Saudi lebih lanjut karena kasus ini. Menurutnya, kerja sama AS-Saudi lebih penting daripada kemungkinan bahwa Pangeran Saudi terlibat dengan pembunuhan Khashoggi. [ias]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini