Ingin hancurkan ISIS, Donald Trump harus dengarkan saran ini

Jumat, 18 November 2016 07:06 Reporter : Pandasurya Wijaya
Ingin hancurkan ISIS, Donald Trump harus dengarkan saran ini ISIS dan Trump. ©algarve24.pt

Merdeka.com - Sudah hampir setahun sejak Donald Trump mengumumkan jika dia terpilih menjadi presiden Amerika Serikat maka dia akan melarang kaum muslim masuk ke Negeri Paman Sam. Kenyataannya, pria 70 tahun itu kini adalah presiden terpilih AS ke-45.

Dalam beberapa kali kampanyenya Trump mengatakan dia ingin mengalahkan ISIS menjadi prioritas AS di Timur Tengah. Tapi bisakah AS menghancurkan ISIS sementara Trump masih menyuarakan retorika anti-muslim dalam ucapan-ucapannya? Kelihatannya akan cukup sulit. Terlebih lagi orang-orang terdekat Trump macam Steve Bannon, Frank Gaffney, Kris Kobach, dan Walid Phares, adalah sosok-sosok yang dikenal publik sebagai anti-muslim.

Stasiun televisi CNN melaporkan, Kamis (17/11), tim penasihat Trump saat ini tengah membahas rencana membuat peraturan pendaftaran bagi para imigran muslim ke AS.

"Hal ini sesuai dengan janji Trump di masa kampanye di mana akan diadakan 'pemeriksaan ekstrem' bagi muslim dengan sistem keamanan ketat untuk mengidentifikasi dan mencatat agama mereka," kata Kris Kobach, pejabat tim penasehat Trump yang bertugas menyusun undang-undang imigrasi di sejumlah negara bagian AS.

Kelompok militan ISIS dilaporkan justru senang ketika Trump terpilih. Menurut mereka, kemenangan Trump akan membuat kelompok militan itu lebih mudah merekrut para jihadis karena mereka merasa punya musuh bersama.

Direktur Dewan Kesepahaman Arab-Inggris Chris Doyle menuturkan, jika Trump benar-benar ingin melenyapkan ISIS, dia harus merangkul warga muslim dan menghormati Islam. Dia mengaku punya sedikitnya 20 orang teman muslim. Untuk mengalahkan ISIS dia butuh lebih banyak. Hanya dengan dukungan komunitas muslim, [pan] SELANJUTNYA

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini