Indonesia termasuk negara pembajak paling diawasi

Selasa, 1 Mei 2012 14:09 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Indonesia termasuk negara pembajak paling diawasi Penelope Cruz bermain dalam film Bandidas. Film ini juga banyak bajakan di Indonesia. (ilustrasi/textmex.blogspot.com)

Merdeka.com - Amerika Serikat hari ini kembali menempatkan Rusia, China, dan Indonesia dalam daftar negara pembajak produk intelektual paling diawasi di dunia.

Situs thewrap.com melaporkan, Selasa (1/5), kantor perwakilam dagang Amerika melansir daftar 13 negara mesti diawasi karena tidak menghormati hak cipta dan kekayaan intelektual. Selain tiga negara itu, sepuluh negara lain yang masuk sorotan adalah Argentina, Kanada, India, Ajazair, Cile, Israel, Pakistan, Thailand, Ukraina, dan Venezuela.

Juru bicara perwakilan dagang Amerika Serikat Ron Kirk menjelaskan laporan itu dibuat agar negara-negara mau menghormati kekayaan intelektual dan hak cipta sebuah barang dan jasa. "Laporan pemerintah Amerika memperlihatkan kekayaan intelektual mendukung industri membuka lapangan kerja bagi 40 juta rakyat Amerika dan pangsa ekspornya mencapai 60 persen," kata Ron.

Kanada yang meneken Perjanjian Perdangangan Bebas Amerika Utara bersama Amerika dan Meksiko, kembali masuk dalam daftar negara pembajak empat tahun berturut-turut.

Negara dalam daftar pengawasan Amerika itu tidak akan dikenai sanksi. Tetapi Negeri Paman Sam itu berharap membuat malu pemerintah negara itu karena termasuk pembajak dan pembuat barang palsu.

Rusia malah sudah 16 tahun berturut-turut masuk dalam daftar pelanggaran hak cipta menurut Aliansi Kekayaan Intelektual Internasional di Amerika.

China sudah diawasi selama 8 tahun karena pelanggaran hak cipta serta membuat dan mengedarkan barang palsu sejak akhir 1990. Sementara Ukraina baru masuk daftar prioritas sejak diawasi 2007.

[fas]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Indonesia
  3. Hak Kekayaan Intelektual
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini