Indonesia mengutuk serangan teror truk maut di Prancis

Jumat, 15 Juli 2016 11:17 Reporter : Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Indonesia mengutuk serangan teror truk maut di Prancis Truk maut di Nice Prancis. ©2016 AFP

Merdeka.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengutuk keras serangan tersebut. Pemerintah juga menyampaikan simpati serta duka cita kepada keluarga korban.

Mendapat informasi tersebut, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memerintahkan Konsulat Jenderal RI di Marseille yang membawahi wilayah Prancis Selatan untuk memastikan kondisi di wilayah sekitar. Hasil penelusuran KJRI Marseille sejauh ini tidak ada WNI yang menjadi korban, seperti dikutip dari pernyataan tertulis Kemlu yang diterima merdeka.com, Jumat (15/7).

Meski demikian KJRI Marseille terus melakukan koordinasi dengan otoritas setempat, melakukan penelusuran ke tempat-tempat perawatan korban serta menghubungi WNI yang tinggal di Nice dan sekitarnya.

Berdasarkan data yang ada di KJRI Marseille, sekitar 725 WNI berada di wilayah Prancis Selatan. Di antaranya, ada sekitar 10 keluarga WNI yang tinggal di wilayah Nice dan sekitarnya.

Nice memang merupakan salah satu tujuan wisata utama selama musim panas di Prancis saat ini. Karenanya banyak warga asing yang menjadi korban dalam aksi teror truk maut tersebut.

Serangan terjadi pada Jumat dini hari waktu setempat di Nice, Paris. Kala itu, massa tengah merayakan Bastille Day.

Pelaku menggunakan truk yang bermuatan granat dan senapan untuk menabrak kerumunan dengan cara zigzag. Tak hanya menabrak, pengemudi juga melontarkan tembakan ke arah massa.

Sedikitnya 80 orang tewas dan lebih dari 100 luka-luka. Awalnya, tabrakan tersebut dikira kembang api oleh kerumunan massa tersebut.

Pemerintah Prancis sudah mengeluarkan status darurat akibat insiden maut ini. [ard]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini