Indonesia Ajak Negara ASEAN Desak Militer Myanmar Agar Mau Dialog dengan Demonstran

Selasa, 23 Februari 2021 16:16 Reporter : Hari Ariyanti
Indonesia Ajak Negara ASEAN Desak Militer Myanmar Agar Mau Dialog dengan Demonstran

"Jalan belakang"

Usulan Indonesia mendapat dukungan kuat dari beberapa negara ASEAN, tetapi upaya diplomatik yang sedang berjalan memiliki tantangan, menurut ketiga sumber tersebut.

ASEAN diatur oleh pengambilan keputusan konsensus. Anggotanya beragam mulai dari Indonesia yang merupakan negara demokrasi terbesar, negara komunis Vietnam dan Laos, Brunei yang merupakan negara monarki absolut terakhir di dunia. Myanmar juga merupakan anggota ASEAN, termasuk Kamboja, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Salah satu pejabat senior ini mengatakan mengecam kudeta itu mudah tapi kemajuan konkret bergantung pada keterlibatan dengan militer rahasia, tugas yang paling baik dilakukan oleh ASEAN, mengingat kedudukan dan hubungannya di kawasan.

“Ini adalah keluarga kami jadi pendekatan kami akan berbeda,” tambah pejabat itu.

Dua pejabat senior tersebut, dan satunya merupakan diplomat regional, mengatakan kepada Reuters, beberapa negara ASEAN dan Indo Pasifik terlibat dalam pembicaraan “jalur belakang” dengan beberapa junta, mendesak mereka berkompromi dan tak mengulang kekerasan berdarah di masa lalu.

“Pesan yang ingin kami sampaikan ke Myanmar adalah Anda sedang menghadapi situasi berbeda dengan masa lalu,” kata pejabat senior tersebut.

Tetapi menurut kedua pejabat senior ini, membujuk Myanmar untuk berpartisipasi dalam KTT khusus ASEAN yang diusulkan itu terbukti sulit. Awalnya, mereka menolak undangan dari ketua ASEAN Brunei, dengan mengatakan kudeta bisa dibahas pada pertemuan para menteri luar negeri ASEAN yang dijadwalkan pada Agustus.

Juru bicara pemerintah Myanmar dan menteri luar negeri tak menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Dua pejabat ini mengatakan, salah satu kemungkinan kompromi adalah mengadakan KTT di sekretariat ASEAN di Jakarta dan tidak secara eksplisit mengatakan itu tentang Myanmar.

Sementara itu, pengamat politik luar negeri, Dewi Fortuna Anwar mengatakan sangat penting bagi ASEAN untuk bertindak tegas terhadap Myanmar.

“Jika ASEAN tidak berbuat apa-apa, kredibilitasnya akan hilang,” jelasnya.

Selain itu, klaimnya atas sentralitas di Indo-Pasifik akan ditolak. [pan]

Baca juga:
Uni Eropa Sepakati Sanksi untuk Militer Myanmar Terkait Kudeta 1 Februari
Sekjen PBB Peringatkan Militer Myanmar: Hentikan Penindasan
Demo Memanas, Toko & Restoran di Myanmar Tutup karena Mogok Massal Menentang Kudeta
Demonstran Myanmar Iringi Pemakaman Perempuan yang Tewas karena Tertembak di Kepala
Buntut Tewasnya Dua Demonstran, Facebook Hapus Akun Berita Resmi Militer Myanmar
Polisi Myanmar Tangkap Artis Pendukung Oposisi Setelah Dua Demonstran Tewas Tertembak

Halaman

Show All
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Myanmar
  3. Kudeta Militer Myanmar
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini