India Tembak Pesawat Tanpa Awak Pakistan

Selasa, 5 Maret 2019 14:16 Reporter : Tim Merdeka
India Tembak Pesawat Tanpa Awak Pakistan Konflik India-Pakistan. ©2019 REUTERS

Merdeka.com - Angkatan Udara India mengaku menembak jatuh sebuah pesawat tak berawak (drone) milik Pakistan pada Senin, (4/3). Penembakan dilakukan seorang anggota militer India, dari pesawat tempur Sukhoi-30.

Menurut sumber yang tidak disebutkan namanya, tentara itu menembakkan rudal jenis udara-ke-udara (air-to-air missile), di dekat Kota Bikaner, barat laut Negara Bagian Rajasthan, tak jauh dari perbatasan dengan Pakistan. Dilansir dari Channel News Asia, Selasa (5/3), pesawat tanpa awak itu ditembak jatuh karena menyimpang dari perbatasan, masuk ke dalam wilayah kedaulatan India.

Saksi mata mengatakan mendengar suara dentuman di pagi hari disusul dengan penemuan puing-puing pesawat. Puing-puing ditemukan di dekat Desa Nanghatad, Distrik Kutch, Negara Bagian Gujarat.

"Kejadian seperti itu telah terjadi. Kami sedang menyelidiki masalah ini," kata seorang pejabat kepolisian.

Adapun insiden terjadi hampir bersamaan dengan penyerangan markas militan Jaish-e-Mohammad (JeM) di Balakot, oleh belasan pesawat jet tempur India Mirage 2000, sebagaimana dilaporkan laman majalah daring Inggris, The Week.

Sejumlah pengguna Twitter menuduh India telah mengebom Fort Abbas di Negara Bagian Punjab, sebuah daerah perbatasan yang terletak tidak jauh dari Kota Bahawalpur. Hingga saat ini, kedua pihak belum memberikan tanggapan.

Perlu diketahui, Pakistan telah dua kali mencoba mengirim pesawat tanpa awak ke wilayah India dalam enam hari terakhir. Pesawat pertama yang dikirim Islamabad berhasil ditembak jatuh militer India pada Rabu (27/2) lalu, sebagaimana dilaporkan Press Trust of India (PTI).

Tensi konflik kedua negara sempat menurun, khususnya saat Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan menyatakan pembebasan pilot jet tempur India, Komandan Abhinandan Varthaman, yang disebut sebagai pertanda damai.

"Sebagai isyarat perdamaian, kami akan membebaskan pilot India besok," kata Imran Khan di depan Majelis Nasional, Kamis (28/2).

Dalam kesempatan itu, Khan juga menyampaikan India dan Pakistan harus hidup dalam damai, karena itu penurunan tensi kedua negara harus dilakukan. Sebelumnya, Khan mendesak diadakan pembicaraan damai dengan New Delhi.

India menanggapi dengan baik sikap Pakistan. Sebagaimana diketahui bahwa penahanan pilot serta penembakan jet tempur beberapa waktu lalu telah meningkatkan kemarahan New Delhi.

Senada dengan Pakistan, India telah memberikan sinyal baik terkait perdamaian. Menteri Luar Negeri India, Sushma Swaraj mengatakan pihaknya tidak ingin melihat eskalasi meningkat. Hal itu disampaikan saat rapat dengan Menteri Luar Negeri China dan Rusia. Namun demikian, komentar resmi belum didapatkan dari Perdana Menteri Narendra Modi. Modi telah mengadakan rapat mendesak dengan para pimpinan keamanan India pada Rabu.

Meskipun konflik tidak serta merta berhenti pascapembebasan pilot jet tempur, tindakan dianggap cukup signifikan dalam mengurangi ketegangan New Delhi dan Islamabad. Sayangnya, ketegangan yang menurun tidak serta merta konflik selesai.

Tentara India dan Pakistan dikabarkan kembali melakukan baku tembak dengan menargetkan pos dan desa masing-masing di sepanjang perbatasan mereka yang bergejolak di Kashmir pada akhir pekan lalu. Baku tembak itu menewaskan setidaknya 7 orang, yang terdiri dari 5 warga sipil dan 2 tentara, kata para pejabat di kedua pihak seperti dikutip dari Aljazeera.

Hingga saat ini, tentara India dan Pakistan dalam jumlah banyak masih berjaga di daerah perbatasan.

Reporter: Siti Khotimah
Sumber: Liputan6 [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini