KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Imigrasi Australia bocorkan data paspor Jokowi

Selasa, 31 Maret 2015 13:47 Reporter : Ardyan Mohamad
PM Tony Abbott - Presiden Jokowi. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Departemen Imigrasi Australia tak sengaja membocorkan data-data pribadi para pemimpin dunia yang menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Kota Brisbane tahun lalu. Data yang terumbar ke publik itu misalnya nomor paspor, detail visa, dan berbagai informasi pribadi lainnya.

Surat kabar the Guardian melaporkan, Selasa (31/3), Presiden Joko Widodo termasuk jadi korban setelah datanya diumbar. Pemimpin lain jadi korban misalnya Barack Obama, Vladimir Putin, Narendra Modi, hingga Shinzo Abe.

Kambing hitam kejadian ini adalah seorang petugas imigrasi yang mengirim surat elektronik kepada panitia turnamen sepakbola Piala Asia. Tanpa memeriksa isinya, dia justru mengirim data rahasia kepala negara dari AS hingga Indonesia.

"Penyebabnya dipastikan human error, karena petugas terkait salah mengisi alamat tujuan sehingga email itu terkirim ke orang yang salah," seperti dikutip dari penyelidikan internal departemen.

Pemimpin Oposisi Australia, Tanya Plibersek menuntut Perdana Menteri Tony Abbott bertanggung jawab. Para tamu kenegaraan itu harus diberitahu bahwa ada kekeliruan yang membuat data pribadi mereka beredar melalui email.

"Insiden ini sungguh memalukan pemerintahan Abbott," kata Richard Marles, pemimpin partai oposisi lainnya.

Isu ini digoreng oleh oposisi Abbott setelah pekan lalu pemerintah Australia mengesahkan Undang-Undang Keamanan data privat. Hanya berselang beberapa hari, pemerintah Negeri Kanguru terbukti gagal mengamankan data penting berupa nomor paspor para kepala negara.

"Bagaimana pemerintah yang gagal mengelola data sepenting itu dipercaya untuk menjaga data pribadi masyarakat," ungkap Senator Partai Hijau Sarah Hanson-Young. [ard]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.