Imbas Krisis, Jutaan Warga Venezuela Tinggalkan Negaranya

Selasa, 11 Juni 2019 06:20 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Imbas Krisis, Jutaan Warga Venezuela Tinggalkan Negaranya Venezuela krisis ekonomi. ©REUTERS/Marco Bello

Merdeka.com - Kondisi Venezuela makin memburuk. Presiden Venezuela Nicolas Maduro sudah melakukan banyak cara untuk mengatasi krisis di negaranya, seperti bantuan dari negara lain. Namun krisis belum bisa teratasi.

Kini masyarakat Venezuela harus mencari cara untuk bisa bertahan hidup, meskipun negaranya dilanda krisis parah. Inilah imbas dari krisis Venezuela:

1 dari 3 halaman

Masyarakat Venezuela Pindah ke Negara Lain

Sebanyak 4 juta warga Venezuela memilih meninggalkan negara mereka yang dilanda krisis ekonomi. Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekitar 700.000 orang meninggalkan Venezuela dari akhir 2015 hingga kini.

Sebelumnya, PBB mencatat ada 3,7 juta orang yang sudah meninggalkan negara itu. Ada beberapa negara yang menampung warga Venezuela, seperti Kolombia, Peru, Ekuador, Brazil dan Argentina.

Badan PBB itu juga mengatakan jumlah pengungsi dan migran Venezuela naik 1 juta setelah November, menunjukkan peningkatan yang cepat ketika kondisi semakin memburuk dan konflik antara pemerintah Maduro dan oposisi meningkat tahun ini.

2 dari 3 halaman

Jalur Menuju Kolombia Dibuka

Presiden Maduro membuka jalur perbatasan menuju Kolombia. Alasannya, agar masyarakat Venezuela bisa membeli kebutuhan mereka. Biasanya mereka membeli makanan dan obat-obatan.

Saat mengumumkan pembukaan kembali perbatasan ini, Jumat (7/6), Maduro menyampaikan: "Kami adalah orang yang damai yang dengan teguh membela kemerdekaan dan penentuan nasib kami sendiri."

Sebelumnya, pemerintah Venezuela menutup perbatasan Aruba, Bonaire, Curacao, Brazil dan Kolombia pada Februari lalu, karena pihak oposisi mencoba membawa masuk persediaan makanan dan obat-obatan ke dalam negeri.

Kini perbatasan menuju Kolombia dibuka kembali untuk akses warga mendapat kebutuhan yang tidak mereka temui di negara mereka.

3 dari 3 halaman

Anak-Anak Kekurangan Gizi

Anak-anak yang paling terkena dampak krisis ekonomi di Venezuela. Menurut Badan Anak-anak Sedunia PBB atau UNICEF, sekira ada sepertiga dari 10 juta anak di venezuela kekurangan gizi, layanan kesehatan dan pendidikan.

Tak hanya itu saja, juru bicara UNICEF Christophe Boulierac menjelaskan tingkat kematian bayi juga makin meningkat dua kali lipat. Tahun 2010/2011, terdapat 14 kematian per 1.000 kelahiran hidup. Kini angkanya menjadi 31 kematian per 1.000 kelahiran hidup tahun 2017.

Menurutnya, kemungkinan kematian bayi itu karena kasus kesehatan. Di mana ada 190 kasus difteri dan 558 campak.

Sistem kesehatan di Venezuela sedang buruk-buruknya selama krisis ekonomi. Dokter dan juru rawat memilih meninggalkan negara itu karena situasi yang tak aman. Persediaan obat-obatan juga minim. [has]

Baca juga:
Ditutup Empat Bulan, Venezuela Buka Kembali Perbatasan dengan Kolombia
Menengok Permukiman Kumuh Terbesar di Venezuela
BBM Langka, Kendaraan Mengular Masuk SPBU di Venezuela
Pemimpin Oposisi Venezuela 'Colek' Militer AS untuk Lengserkan Maduro
AS Hentikan Semua Penerbangan Komersil ke Venezuela
Nasib Tragis Demonstran Ditabrak Mobil Lapis Baja Tentara Venezuela

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini