Ilmuwan Temukan Lubang Misterius di Bawah Samudra Atlantik

Sabtu, 13 Agustus 2022 10:10 Reporter : Merdeka
Ilmuwan Temukan Lubang Misterius di Bawah Samudra Atlantik Lubang misterius di bawah Samudra Atlantik. ©US National Oceanic and Atmosphere Administration (NOAA)

Merdeka.com - Para ilmuwan menemukan serangkaian lubang misterius yang "berjajar sempurna" di sedimen 1,7 mil di bawah permukaan Samudra Atlantik - dan tidak tahu apa penyebabnya.

Deretan lubang itu ditemukan Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA) saat melakukan eksplorasi dasar laut di sekitar punggung bukit Pertengahan-Atlantik menggunakan kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh.

Lubang tersebut, yang bisa menjadi ventilasi atau jalan, ditemukan di sedimen dekat puncak gunung berapi bawah laut di utara Azores.

Dalam unggahannya di Facebook, NOAA mengakui lubang-lubang itu sebelumnya telah dilaporkan dari wilayah tersebut - "tetapi asal-usulnya tetap menjadi misteri".

"Meskipun terlihat seperti buatan manusia, tumpukan kecil sedimen di sekitar lubang membuatnya tampak seperti digali oleh sesuatu," tulis NOAA, dikutip dari laman Sky News, Jumat (12/8).

Beberapa orang di Facebook mempertanyakan apakah itu akibat mesin yang telah mengambil sampel sedimen, atau batuan dasar yang bergeser di bawah dasar laut melepaskan metana yang menggelegak dari dalam Bumi.

Ada juga yang menyebut alien dan "sesuatu yang tersisa dari Atlantis" namun tidak disertai bukti pendukung. Ada juga anggapan yang lebih rasional mengatakan: "Sepertinya sedimen jatuh melalui bukaan, bukan tekanan yang bertiup ke atas."

"Jika mungkin ada sesuatu seperti kapal selam yang terkubur di bawah sana yang bergeser dan sedimen jatuh melalui ventilasi/lubang lapisan luar," jelasnya.

Eksplorasi bawah laut bertujuan untuk mengungkap pegunungan yang terendam, tetapi foto-foto yang diambil pada 23 Juli itu membingungkan para ilmuwan.

NOAA mengatakan punggung bukit Pertengahan-Atlantik memiliki "penyebaran tektonik aktif" dan merupakan lokasi gempa bumi yang sering terjadi, serta menjadi sarang ventilasi hidrotermal.

Reporter Magang: Gracia Irene [pan]

Baca juga:
Arkeolog Israel Temukan Koin Romawi Kuno Berusia Hampir 1.900 Tahun
Bakteri Langka dan Berbahaya Cemari Tanah di AS
Pria Asal AS Sembuh dari HIV Setelah Cangkok Sumsum Tulang Belakang
Ilmuwan China Ciptakan Spons Murah yang Bisa Serap Air dari Udara
Jaket Buzz Aldrin yang Dipakai Saat Mendarat di Bulan Terjual Rp41 Miliar
Berlian Pink Langka Terbesar Ditemukan Setelah 300 tahun, Ini Lokasinya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini