Ilmuwan Israel: Sinar Ultraviolet LED Murah Bisa Bunuh Virus Corona

Selasa, 15 Desember 2020 11:56 Reporter : Hari Ariyanti
Ilmuwan Israel: Sinar Ultraviolet LED Murah Bisa Bunuh Virus Corona Corona. Unsplash ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Peneliti Israel menemukan cara yang cukup murah untuk membunuh virus corona penyebab penyakit Covid-19 yaitu dengan menggunakan sinar ultraviolet LED yang disematkan di permukaan benda sehingga permukaan itu otomatis bisa membersihkan sendiri.

"Kami menemukan cara mendisinfeksi virus corona lebih mudah daripada yang dibayangkan sebelumnya menggunakan cahaya, dan kami sedang mengerjakan aplikasi yang menarik untuk temuan kami," jelas Kepala Program Teknik Lingkungan Universitas Tel Aviv, Hadas Mamane, kepada The Times of Israel, dikutip Selasa (15/12).

Saat dunia tengah berjuang untuk mendisinfeksi permukaan dan tempat umum, semakin banyak minat dalam penggunaan sinar ultraviolet, yang telah lama digunakan dalam memerangi bakteri dan virus. Ini belum tersebar luas dalam perang virus corona, tetapi telah digunakan, termasuk dalam transportasi melalui robot pemancar cahaya.

Tim Mamane membuat terobosan yang diharapkan akan mempercepat peluncurannya, yaitu menemukan efek yang diinginkan dapat dicapai dengan LED dengan panjang gelombang yang lebih tinggi - atau "kurang energik" daripada yang diyakini sebelumnya.

Penelitian tim ini telah dipublikasikan di Journal of Photochemistry and Photobiology B: Biology. Temuan utamanya adalah LED yang memancarkan cahaya dengan panjang gelombang 285 nanometer hampir sama efisiennya dalam mendisinfeksi virus dibandingkan dengan LED dengan panjang gelombang 265 nanometer, membutuhkan waktu kurang dari setengah menit untuk membunuh lebih dari 99,9 persen corona.

2 dari 2 halaman

Mamane mengatakan, hasil ini signifikan karena biaya lampu LED 285 nanometer lebih murah 30 persen dibandingkan lampu 265 nanometer. Dia memperkirakan ini akan membuat pembersihan ultraviolet lebih umum di sistem ventilasi dan pendingin udara, dan menjadikannya solusi umum untuk transportasi umum dan penggunaan lainnya.

"Ada aplikasi yang kami kerjakan sendiri, yang kami harap akan memberikan kontribusi untuk memerangi Covid," ujarnya.

"Kami sedang mengembangkan permukaan yang memiliki LED yang tertanam di dalamnya, dengan cara yang membuat cahaya bersinar dan desinfeksi terjadi saat tidak digunakan," tambahnya, memberikan contoh keyboard laptop yang dibersihkan dengan sinar ultraviolet saat layarnya tertutup.

LED, meski kurang kuat dari yang saat ini digunakan untuk desinfeksi, masih terbukti berbahaya bagi manusia dan oleh karena itu hanya boleh diaktifkan ketika orang jauh dari permukaan untuk proses pembersihan.

"Fakta bahwa UV membunuh virus bukanlah hal baru, dan ini sudah terkenal. Tapi yang kami lakukan adalah menghasilkan penelitian pertama yang mengamati panjang gelombang yang dibutuhkan, juga dikenal sebagai frekuensi, untuk memeriksa dengan tepat tingkat energi yang dibutuhkan untuk membunuh virus corona. Kami berharap temuan bahwa LED yang kurang energik dari yang diperkirakan sebelumnya dapat membunuh virus corona akan membuat teknologi ini lebih luas," paparnya. [pan]

Baca juga:
Saudi: Normalisasi Hubungan dengan Israel Terbuka Asal Kedaulatan Palestina Diakui
Iran: Ilmuwan Mohsen Fakhrizadeh Dibunuh Pakai Senjata Mesin Dikendalikan Satelit
Siapa Bertanggung Jawab atas Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh?
Ilmuwan Nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh Dibunuh dengan Senjata Remote Control
Selangkah Lagi Jelang Persekutuan Resmi Israel-Saudi
Saudi Tolak Normalisasi dengan Israel Saat Pertemuan Rahasia Netanyahu dan MBS
Akhir Kisah Orang Nomor Dua di Al-Qaidah, Bertahun-tahun Diburu Intelijen AS
Israel akan Beli 8 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Produksi Pfizer Inc

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini