Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ilmuwan Bingung Lihat Gugusan Cincin di Ujung Tata Surya

Ilmuwan Bingung Lihat Gugusan Cincin di Ujung Tata Surya Ilustrasi menunjukkan lokasi cincin planet kerdil Quaoar, dibandingkan dengan Batas Roche, batas mak. ©Paris Observatory

Merdeka.com - Para ahli astronomi menemukan sistem cincin yang sama sekali baru di dalam tata surya, dan letaknya sangat jauh dari induk planet kerdilnya sehingga hal itu sempat dianggap mustahil.

Cincin itu mengelilingi Quaoar, yang berukuran sekitar setengah ukuran Pluto dan terletak di luar Neptunus. Ini hanya cincin ketiga yang ditemukan di sekitar planet minor dan sistem cincin ketujuh di tata surya, dengan cincin yang paling terkenal dan dipelajari dengan baik mengelilingi planet raksasa Saturnus, Jupiter, Neptunus, dan Uranus.

"Enam planet (sebelumnya) dengan sistem cincin semuanya memiliki cincin yang cukup dekat dengan permukaan planet. Jadi ini benar-benar menantang teori pembentukan cincin kami," jelas penulis studi Vik Dhillon, profesor fisika dan astronomi di Universitas Sheffield Inggris, kepada Live Science.

"Sebelumnya dianggap mustahil memiliki cincin sejauh itu, jadi singkatnya, cincin Quaoar adalah tantangan nyata untuk dijelaskan secara teoritis," lanjutnya, dikutip dari laman Live Science, Selasa (14/2).

Sistem cincin terletak pada jarak tujuh jari-jari planet dari Quaoar (tujuh kali jari-jari Quaoar), yang dua kali lebih jauh dari batas maksimum teoretis untuk sistem cincin, yang dikenal sebagai batas Roche. Sebagai perbandingan, bagian utama cincin Saturnus terletak hanya pada tiga jari-jari planet dari Saturnus.

Sebelumnya ada anggapan cincin yang melewati batas Roche tidak akan mampu bertahan ketika berada sangat jauh dari tubuh induknya.

"Dengan penemuan ini, kami memiliki sebuah cincin tidak hanya di luar batas Roche, tapi jauh di luar itu," jelas Dhillon.

Temuan tim dipublikasikan 8 Februari di jurnal Nature.

Para peneliti menemukan sistem cincin ini saat menyelidiki apakah Quaoar memiliki atmosfer. Tim menggunakan instrumen HiPERCAM berkecepatan tinggi di Gran Telescopio Canarias, sebuah teleskop di Kepulauan Canary Spanyol yang dapat melihat variasi kecil cahaya dari latar belakang bintang.

"Penemuan ini sedikit mengejutkan," kata Dhillon."Kami tahu ada kemungkinan kami akan menemukan mereka, tetapi kami tidak benar-benar mencari mereka."

Cincin Quaoar terlalu kecil dan terlalu redup untuk dilihat melalui pencitraan langsung, bahkan dengan instrumen sekuat Teleskop Luar Angkasa Hubble. Dhillon menambahkan, selain peristiwa okultasi, satu-satunya cara untuk menemukan cincin planet kerdil ini adalah dengan mengirim robot.

"Penemuan ini menunjukkan kepada Anda keragaman luar biasa dari benda-benda yang ada di halaman belakang kosmik kita sendiri," papar Dhillon.

"Anda tidak perlu melihat bertahun-tahun cahaya ke alam semesta yang jauh untuk menemukan hal yang tidak terduga. Kejutan masih banyak terjadi di tata surya kita," pungkasnya.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP