Hong Kong Musnahkan Ribuan Ekor Hamster Setelah Pegawai Toko Hewan Terinfeksi Covid

Rabu, 19 Januari 2022 17:13 Reporter : Hari Ariyanti
Hong Kong Musnahkan Ribuan Ekor Hamster Setelah Pegawai Toko Hewan Terinfeksi Covid Ilustrasi hamster. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Hintau Aliaksei

Merdeka.com - Otoritas Hong Kong memerintahkan pemusnahan 2.000 ekor hamster pada Selasa dan memperingatkan pemilik toko hewan agar jangan mencium hewan setelah klaster baru kasus Covid-19 ditelusuri di sebuah toko hewan.

Wabah kasus varian Delta pada manusia dikaitkan dengan pegawai toko tersebut yang mendorong dilakukan tes terhadap ratusan hewan, di mana 11 ekor hamster dinyatakan positif tertular virus corona.

Menteri Kesehatan Hong Kong, Sophia Chan menekankan pada konferensi pers bahwa tidak ada bukti hewan peliharaan dapat menularkan penyakit itu ke manusia, tetapi pihak berwenang tetap bertindak hati-hati untuk melarang impor dan penjualan hewan pengerat.

"Pemilik toko hewan harus tetap menjaga higienitas, termasuk mencuci tangan setelah menyentuh binatang, memberikan mereka makan atau menyentuh barang lainnya, dan jangan mencium binatang-binatang tersebut," jelas Direktur Departemen Pertanian, Perikanan, dan Konservasi, Leung Siu-fai Leung kepada wartawan.

"Jika warga memelihara hamster, mereka harus tetap membiarkan mereka di rumah. Jangan bawa mereka keluar," lanjutnya, dikutip dari Al Arabiya, Rabu (19/1).

Ratusan sampel yang diambil dari hewan juga termasuk kelinci dan chincilla yang juga semacam hewan pengerat, tapi hanya hamster yang hasil tesnya positif Covid sejauh ini.

"Untuk kehati-hatian, kami akan mengambil tindakan pencegahan terhadap kemungkinan penularan yang tidak bisa kita kesampingkan," jelas Chan.

Setelah tiga bulan tanpa penularan lokal, Hong Kong mencatat puluhan kasus baru Covid pada manusia tahun ini, mendorong diberlakukannya pembatasan baru pada penerbangan dan kehidupan sosial.

Ribuan orang dikarantina di fasilitas pemerintah. Sebagian besar kasus baru adalah varian Omicron, walaupun klaster yang ditelusuri ke seorang pekerja toko hewan itu adalah varian Delta.

Leung mengatakan, sekitar 2.000 ekor hamster di 34 toko hewan dan tempat penitipan akan dimusnahkan "dengan manusiawi". Siapapun yang membeli hamster setelah 22 Desember 2021 harus menyerahkannya kepada pihak berwenang untuk dimusnahkan dan tidak melepas mereka di jalanan. [pan]

Baca juga:
China Janji Jadikan Indonesia Pusat Produksi Vaksin Covid-19
China Sebut Surat dari Kanada Mengandung Omicron, Ini Jawaban Ahli
Australia Catat Rekor Kematian Tertinggi Covid-19
Penelitian: Pakai Masker Bikin Anda Makin Seksi
Perayaan Imlek di China Dibayangi Omicron
Dosis Keempat Vaksin Pfizer Kurang Efektif Lawan Omicron

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini