KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Hillary Clinton janji selidiki UFO bila terpilih jadi presiden AS

Selasa, 5 Januari 2016 15:54 Reporter : Ardyan Mohamad
Kampanye Hillary Clinton bersama keluarganya. ©2015 REUTERS

Merdeka.com - Bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, mengaku percaya pada keberadaan mahluk asing. Pernyataan itu disampaikan capres wanita itu saat menemui perwakilan media massa di New Hamphsire, seperti dilansir the Huffington Post, Selasa (5/1).

Isu alien ini mengemuka, setelah surat kabar Conway daily Sun menyatakan suami Hillary pernah tertarik menyelidiki kebenaran mahluk asing.

Setengah berkalakar, Hillary berjanji menyelidiki fakta-fakta keberadaan mahluk asing atau UFO, seandainya terpilih sebagai presiden dalam pemilu tahun depan. "Ya, saya akan menggali jawaban soal (UFO) sampai ke akar-akarnya," kata Hillary sambil tersenyum saat ditanya oleh wartawan.

Suami Hillary, mantan presiden AS Bill Clinton, dalam acara bincang-bincang televisi pernah mengemukakan kepercayaannya tentang alien. "Saya tidak akan kaget bila suatu saat mahluk asing mendatangi bumi. Saya hanya berharap kedatangan mereka tidak agresif seperti di film 'Independence Day'," kata Clinton ketika diwawancarai Jimmy Kimmel pada 2014.

Bukan hanya suami-istri Clinton yang mengungkapkan ketertarikan pada isu UFO. Kepala Tim Sukses Hillary, John Podesta, bahkan berkali-kali menyerukan perlunya pemerintah Negeri Paman Sam mengungkap rahasia di balik alien. Contohnya adalah kawasan Area 51, yang disebut-sebut pangkalan alien yang dibangun oleh AS.

"Hillary telah berjanji, kami akan mengeluarkan informasi (alien) dengan satu cara di masa mendatang," kata Podesta.

Diperkirakan 77 persen warga AS dalam survei lembaga Harris Poll pada 2014 mempercayai alien. Mereka meyakini UFO sudah pernah datang ke bumi. Rumor UFO itu menguat karena keberadaan Area 51, pangkalan yang dijaga ketat militer AS di gurun kawasan Nevada. Pada 1951, kabarnya pesawat alien jatuh di wilayah tersebut.

Tak hanya itu, pada 2011 lalu petisi online oleh masyarakat menuntut pemerintahan Presiden Barack Obama menjelaskan rahasia Area 51 atau proyek UFO. Petisi itu dibantah oleh Gedung Putih, yang menyatakan bahwa pemerintah tidak pernah membuat operasi militer rahasia menutup-nutupi mahluk asing.

"Sampai sekarang pemerintah AS belum menemukan bukti adanya mahluk yang hidup di luar bumi ataupun yang sudah menghubungi umat manusia," kata Kepala Staf Teknologi Gedung Putih, Phil Larson. [ard]

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.