Helikopter carteran terobos Sebatik, Kemlu panggil Dubes Malaysia

Selasa, 30 Juni 2015 11:44 Reporter : Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Helikopter carteran terobos Sebatik, Kemlu panggil Dubes Malaysia Helikopter carteran Malaysia langgar wilayah di Pulau Sebatik. ©2015 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Hari ini, Selasa (30/6), Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L. P. Marsudi memanggil Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Zahrain Mohamed Hashim untuk membahas masalah pelanggaran batas wilayah di Sebatik, Kalimantan Utara.

Juru bicara Arrmanatha Nasir mengatakan pihaknya akan memanggil dubes Malaysia tersebut pagi ini sekitar pukul 10 di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta. Namun, informasi terakhir dubes Malaysia tersebut tidak dapat hadir dikarenakan tengah berada di luar kota.

"Dubes Malaysia sedang keluar kota, yang datang nanti wakil dubesnya, dan seorang perwakilan lainnya," ujar Arrmanatha kepada merdeka.com melalui sambungan telepon, pagi tadi.

Menurut informasi yang diperoleh media, yang akan bertemu dengan perwakilan dari Malaysia nanti yaitu Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Yuri O. Thamrin.

Helikopter carteran yang kabarnya membawa menteri pertanian Malaysia itu mendarat di helipad milik Indonesia akhir pekan lalu.

"Kemarin memang betul, Minggu sekitar pukul 08.00 Wita, ada helikopter yang diduga milik Malaysia mendarat di pos pengamanan perbatasan Satgas Yonif 521. Jadi sebelumnya mereka muter-muter seperti sedang orientasi," kata Kadispen TNI AD Brigjen Wuryanto saat berbincang dengan merdeka.com, Senin (29/6).

Menurutnya, sesaat setelah mendarat helikopter tersebut tetap menyalakan mesinnya. Prajurit TNI AD yang bertugas langsung menghampiri helikopter yang mendarat tanpa izin tersebut.

Akibat insiden itu, kata dia, TNI AD langsung melakukan penyelidikan. Mereka berkoordinasi dengan bandara terdekat untuk mengecek helikopter tersebut.

"Setelah mendarat kita koordinasi dengan petugas bandara di Nunukan dan Tarakan, pilot ini tidak ada komunikasi. Hasil penyelidikan cek ciri-cirinya helikopter Agusta 109 Grand milik Sabah Air Aviation, kayak helikopter carteran. Radar tidak terdeteksi karena terbang rendah," pungkas dia. [ard]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini