Hampir 500 Hari Ditahan di Mesir, Mahasiswa Kedokteran Amerika Dibebaskan

Selasa, 7 Juli 2020 13:03 Reporter : Iqbal Fadil
Hampir 500 Hari Ditahan di Mesir, Mahasiswa Kedokteran Amerika Dibebaskan Mohamed Amashah. ©Freedom Initiative

Merdeka.com - Seorang mahasiswa kedokteran Amerika yang ditahan tanpa diadili di penjara Mesir selama hampir 500 hari telah dibebaskan dan kembali ke Amerika Serikat. Demikian keterangan Departemen Luar Negeri AS, Senin (6/7).

Pembebasan Mohamed Amashah yang memiliki kewarganegaraan ganda Mesir dan Amerika, dari Jersey City, New Jersey, terjadi setelah pemerintahan Donald Trump terus melakukan tekanan dan lobi-lobi, seperti diungkapkan kelompok Freedom Initiative, yang mengadvokasi Amashah.

"Kami menyambut pembebasan warga AS Mohamed Amashah dari tahanan Mesir, dan berterima kasih kepada Mesir atas kerjasamanya dalam pemulangannya," kata Departemen Luar Negeri seperti dikutip dari Associated Press.

Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, Senator Jim Risch dari Idaho, mengatakan ia secara pribadi mengangkat masalah "orang Amerika yang ditahan secara tidak adil" dengan kementerian luar negeri Mesir minggu lalu.

Seperti ribuan tahanan politik di Mesir, Amashah (24), telah ditahan dalam penahanan pra-persidangan atas tuduhan "menyalahgunakan media sosial" dan "membantu kelompok teroris," menurut Freedom Initiative.

Di bawah pasal karet UU Antiterorisme, jaksa penuntut negara telah menggunakan dakwaan yang tidak jelas untuk memperbarui periode penahanan praperadilan 15 hari selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, seringkali dengan sedikit bukti.

Pada bulan Maret tahun lalu, Amashah berdiri sendirian di Tahrir Square, Kairo, pusat pergerakan 'Arab spring', memegang tanda Arab yang berbunyi: "Kebebasan untuk semua tahanan politik."

Dia kemudian ditangkap dan dikirim ke kompleks penjara Tora yang terkenal kejam di Kairo, tempat dia tinggal selama 16 bulan. Sebelum naik penerbangan pulang hari Minggu malam, ia melepaskan kewarganegaraan Mesir sebagai syarat pembebasannya.

Protes telah ilegal menurut hukum Mesir sejak 2013, ketika Presiden Abdel Fattah el-Sissi, sebagai menteri pertahanan melakukan kudeta terhadap Mohamed Morsi, presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis, di tengah protes massa terhadap pemerintahannya.

Baca Selanjutnya: Selama bertahun-tahun el-Sissi telah membungkam...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Mesir
  3. Amerika Serikat
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini