Gwyneth Paltrow dan Angelina Jolie beberkan pelecehan Harvey Weinstein

Rabu, 11 Oktober 2017 17:07 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Gwyneth Paltrow dan Angelina Jolie beberkan pelecehan Harvey Weinstein Harvey Weinstein. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejumlah aktris Hollywood mulai buka suara tentang dugaan pelecehan seksual dilakukan oleh produser ternama, Harvey Weinstein. Beberapa dari mereka mengatakan terpaksa menyembunyikan aib itu karena tidak ingin diketahui orang lain, sebab saat itu karir mereka sedang menanjak.

Dilansir dari laman New York Times, Rabu (11/10), pengakuan datang dari aktris Gwyneth Paltrow. Dia mengaku dilecehkan oleh Harvey saat masih belia.

Paltrow mengatakan saat berusia 22 tahun, Harvey mengajaknya bermain dalam film adaptasi dari novel karya Jane Austen, Emma. Sebelum proses syuting berjalan, Paltrow mengaku sempat diundang Harvey ke kamarnya di Hotel Peninsula Beverly Hills. Dalihnya adalah rapat membahas persiapan syuting.

Sebelum pertemuan selesai, Paltrow mengaku Harvey mengajaknya ke dalam kamar dan diminta buat memijat.

"Saya waktu itu masih sangat muda, baru dikontrak, dan ketakutan," kata Paltrow.

Paltrow tidak bisa mengelak dan menuruti kemauan Harvey. Ujungnya dia mengatakan dilecehkan secara seksual. Ketika diminta berhubungan badan, Paltrow menolak.

Dia lantas mengadu kepada Brad Pitt yang saat itu menjadi pacarnya. Pitt langsung naik pitam dan mendamprat Harvey. Namun, Harvey tetap kalem dan meminta Paltrow merahasiakan peristiwa di kamar hotel itu. Berkat kemampuan aktingnya di film itu, Paltrow meraih penghargaan Academy Award.

Aktris Rosanna Arquette bermain dalam film 'Pulp Fiction' juga mengakui perangai buruk Harvey. Sama halnya dengan Angelina Jolie. Dia didesak berhubungan intim oleh Harvey, setelah dia dikontrak bermain dalam film 'Playing by Heart' pada akhir 1990-an.

"Saya punya pengalaman buruk dengan Harvey. Alhasil, saya enggak mau lagi bekerja dengan dia dan juga memperingatkan aktris lain yang dikontraknya. Dia melakukan hal itu ke semua perempuan di mana saja," tulis Jolie melalui surel.

Setelah Harvey didepak dari perusahaan dirintisnya, The Weinstein Company, kini sang istri juga meninggalkan dia.

Istri Harvey merupakan perancang busana asal Inggris, Georgina Chapman (41), mengatakan kalau dia dan suaminya sudah berpisah. Dia mengaku malu dan kecewa berat karena sang suami dituduh melakukan pelecehan seksual kepada sejumlah perempuan.

"Itu menyakitkan karena sejumlah perempuan harus menderita karena ulahnya yang tidak termaafkan. Saya memilih meninggalkan suami saya. Kini saya memilih mengurus anak-anak dan minta sedikit privasi dari media massa," kata Chapman.

Chapman menyampaikan hal itu setelah enam hari bungkam atas pemberitaan marak soal perangai lucah suaminya. Harvey dikabarkan menghilang setelah kasus pelecehan itu terbongkar. Konon, dia terbang ke Eropa menuju salah satu tempat rehabilitasi dan terapi, buat mengatasi kecanduan seks dan perilaku menyimpang lainnya.

Kebijakan memecat Harvey diputuskan oleh empat anggota dewan direksi, berdasarkan laporan dari sejumlah korban merupakan aktris Hollywood.

Dewan direksi menyampaikan kabar itu akhir pekan lalu. Artikel membeberkan perangai Harvey merupakan produser peraih penghargaan Oscar itu pertama kali terbit di surat kabar New York Times pada Kamis pekan lalu.

"Berbekal informasi tentang perbuatan buruk dilakukan Harvey Weinstein yang terus bergulir beberapa hari terakhir, direksi The Weinstein Company yakni Robert Weinstein, Lance Maerov, Richard Koenigsberg, dan Tarak Ben Ammar, memutuskan dan sudah menyampaikan kalau Harvey sudah diberhentikan dari The Weinstein Company mulai saat ini," demikian bunyi pernyataan dari The Weinstein Company.

Meski demikian, Harvey memang sudah jarang masuk kantor sejak laporan tentang perbuatan cabulnya terhadap aktris, pembawa acara, dan sejumlah karyawannya merebak di media massa. Korban-korbannya antara lain aktris Rose McGowan dan Ashley Judd, serta pembawa acara televisi Lauren Sivan. Hingga berita ini diturunkan, Harvey ataupun pihak-pihak yang mewakili belum memberikan pernyataan apapun soal pemecatan itu.

Harvey dikenal sebagai produser bertangan dingin sejak mendirikan perusahaan The Weinstein Company, dikenal kerap membuat film-film independen yang meledak di layar lebar. Antara lain Pulp Fiction dan Shakespeare in Love, yang membuatnya berhasil menyabet piala Oscar sebagai produser terbaik.

Kendati demikian, ternyata di balik seluruh prestasi itu tersimpan perangai buruk Harvey. Laporan New York Times merujuk pada penuturan Judd dan sejumlah bekas pegawai Harvey di The Weinstein Company dan perusahaan dia sebelumnya, Miramax.

Aktris Rose McGowan sempat mengadukan Harvey karena dianggap melecehkan dia pada 1997. Namun, perkara itu seperti hilang ditelan bumi. Setelah laporan soal ulah Harvey kembali diulas oleh New York Times, Rose berharap ada secercah keadilan buat dia. Namun sayang, justru yang terjadi sebaliknya. Sejumlah aktor dan aktris Hollywood sudah mengetahui perangai Harvey justru tiarap. Sampai-sampai Rose meluapkan kekecewaannya atas sikap sejawatnya melalui akun Twitter-nya, mendesak supaya mereka angkat bicara terkait perbuatan Harvey. [ary]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini