Guru vokal ini gunakan alat bantu seks untuk melatih muridnya

Jumat, 22 Maret 2013 16:35 Reporter : Vincent Asido Panggabean
Guru vokal ini gunakan alat bantu seks untuk melatih muridnya David Ley Swears saat mempraktikkan alat getar pada muridnya. news.ualberta.ca

Merdeka.com - David Ley Swears, guru vokal asal Kanada ini telah menciptakan sebuah teknik yang terbilang tidak biasa untuk meningkatkan kualitas suara dari para muridnya. Dia menggunakan alat bantu seks buat tenggorokan muridnya.

Situs the Huffington Post melaporkan, Jumat (22/3), profesor kelas drama dari Universitas Alberta, di Kota Edmonton, Provinsi Alberta, ini menggunakan alat bantu seks getar untuk memijit panggkal tenggorokan para muridnya.

"Saya tahu hal ini sedikit berbeda dan akan membuat orang tertawa, tetapi ini bekerja. Teknik ini justru akan melemaskan ketegangan di pangkal tenggorokan dan itu akan meningkatkan jangkauan dan proyeksi suara," kata Ley.

David mengatakan pijitan pada pangkal tenggorokan memang dapat melonggarkan ketegangan, namun beberapa orang terkadang benci jika ada jari-jari yang memijat tenggorokan mereka. Hal ini tentu saja membuat David mulai mencari metode baru yang dapat membantu meningkatkan kemampuan kekuatan vokal murid-muridnya.

Alhasil, pencarian ini membawa dia ke sebuah toko perlengkapan alat bantu seks. Di tempat itu dia akhirnya menemukan beberapa alat penggetar genggam yang memiliki frekuensi getar sekitar 100 hingga 120 hertz, di mana hal ini sama dengan jangkauan suara manusia.

David kemudian mencoba untuk mengaplikasikan alat bantu seks itu ke salah seorang muridnya dan ternyata hasilnya bagus. Meski teknik ini terlihat tidak biasa, namun beberapa pihak di universitas itu mengatakan dia memang guru yang cerdas.

"Alat ini tidak hanya membuat otot di pangkal tenggorokan menjadi lemas, tetapi alat ini tampaknya juga dapat merangsang getaran di lipatan vokal," ucap David.

David memang bukanlah seorang dokter atau terapis. Dia juga tetap merekomendasikan orang-orang dengan masalah suara atau tenggorokan agar pergi ke dokter untuk mencari pertolongan pertama.

"Apa yang saya coba lakukan adalah untuk membantu murid saya mencapai nada tinggi atau memanfaatkan energi emosional mereka," kata David kepada surat kabar the Toronto Star.

David mengatakan dirinya sudah menggunakan alat itu kepada 150 orang dan menyebut efek samping dari menggunakan alat ini hanya meningkatkan dahak. "Sejauh ini belum ada orang yang mengatakan dia mengalami masalah atau melaporkan efek samping yang buruk setelah melakukan hal ini." [fas]

Baca juga:
Potret Paus Benediktus XVI ini dibuat dari 17.000 kondom
Ajaib, pir ini berbentuk wajah bayi dan biksu kecil!
Ngeri, wanita ini kecanduan minum darah!
Pencurian penis semakin marak di Afrika

Topik berita Terkait:
  1. Kanada
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini