Ghana akan Beli Minyak Mentah dengan Emas, Bukan Dolar Amerika

Minggu, 27 November 2022 13:06 Reporter : Hari Ariyanti
Ghana akan Beli Minyak Mentah dengan Emas, Bukan Dolar Amerika Wakil Presiden Ghana, Mahamudu Bawumia. ©Luc Gnago/Reuters

Merdeka.com - Pemerintah Ghana berencana membeli minyak dengan emas, bukan dolar Amerika Serikat (AS). Ini merupakan kebijakan baru yang diungkapkan Wakil Presiden Ghana, Mahamudu Bawumia di Facebook pada Kamis.

Langkah ini bertujuan untuk mengatasi menyusutnya cadangan devisa ditambah dengan permintaan dolar oleh importir minyak yang memperlemah mata uang Cedi dan meningkatkan biaya hidup masyarakat, dikutip dari Reuters, Minggu (27/11).

Menurut data pemerintah, Cadangan Internasional Bruto Ghana mencapai sekitar USD6,6 miliar pada akhir September 2022, setara dengan cakupan impor kurang dari tiga bulan. Angka ini turun dari sekitar USD9,7 miliar pada akhir tahun lalu.

Menurut Wapres Bawumia, jika kebijakan baru ini diterapkan pada paruh pertama 2023, maka akan dapat mengubah neraca pengeluaran dan mengurangi depresiasi mata uang.

Dia menjelaskan, menggunakan emas akan mencegah nilai tukar berdampak langsung pada harga bahan bakar atau utilitas karena penjual domestik tidak lagi membutuhkan valuta asing untuk mengimpor produk minyak.

"Barter emas untuk minyak merupakan perubahan struktural yang besar," katanya.

Ghana memproduksi minyak mentah tapi masih bergantung pada impor produk minyak sulingan sejak satu-satunya kilang minyak negara ini tutup setelah ledakan pada 2017. [pan]

Baca juga:
Daftar Negara dengan Mata Uang Terburuk di Dunia
Ghana, Negara Produsen Emas Alami Krisis Ekonomi Dahsyat
Ghana, Peserta Piala Dunia 2022 dengan Peringkat FIFA Terendah
Seorang Anak Meninggal karena Virus Marburg di Ghana
Diduga Ingin Culik Anak Singa, Pria Ghana Tewas Diterkam Induknya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini