Gerakan Black Lives Matter Diprediksi Bisa Menentukan Hasil Pilpres AS 2020

Jumat, 19 Juni 2020 07:15 Reporter : Hari Ariyanti
Gerakan Black Lives Matter Diprediksi Bisa Menentukan Hasil Pilpres AS 2020 Aksi protes kematian George Floyd di AS. ©2020 AFP/SETH HERALD

Merdeka.com - Ketika para pengunjuk rasa turun ke jalan sampai lewat jam malam di Brooklyn pada suatu malam di awal Juni, pria muda memegang pengeras suara di depan kerumunan sembari terus mengulangi satu tanggal: 23 Juni.

Itu bukan tanggal kematian George Floyd. Itu adalah tanggal kampanye Demokrat New York.

"Tidak ada yang akan berubah jika kita hanya berunjuk rasa,” jelas Yahshiyah Vines (19) yang memimpin kerumunan, dikutip dari TIME, Kamis (18/6).

"Semua orang di sini: gunakan emosimu dalam pemungutan suara, gunakan emosimu dalam bilik suara."

Beberapa pekan terakhir menggambarkan kekuatan gerakan keadilan rasial yang meningkat setelah kematian Floyd. Dalam waktu kurang dari sebulan, unjuk rasa telah menggeser opini publik tentang rasisme sistemik, menjatuhkan eksekutif tingkat tinggi dan mengumpulkan momentum dalam upaya melawan departemen kepolisian.

Beberapa pekan dan bulan ke depan akan menguji apakah gerakan ini dapat menerjemahkan kekuatan sosial dan budaya menjadi kekuatan politik.

Baca Selanjutnya: Unjuk rasa bisa menjadi keuntungan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini