Gempa Afghanistan, Korban Selamat Gali Reruntuhan dengan Tangan

Sabtu, 25 Juni 2022 11:33 Reporter : Pandasurya Wijaya
Gempa Afghanistan, Korban Selamat Gali Reruntuhan dengan Tangan Gempa guncang Afghanistan. ©AFP

Merdeka.com - Pihak berwenang di Afghanistan hingga hari ini masih berupaya mencapai daerah terpencil yang diguncang gempa Rabu lalu. Gempa berkekuatan 5,9 magnitudo itu sedikitnya menewaskan 1.000 orang dan melukai 1.500 lainnya.

"Kami tidak bisa menuju lokasi, jaringan terlalu lemah, kami mencoba mendapatkan info terbaru," kata Muhammad Ismail Muawiyah, juru bicara militer Taliban di Provinsi Paktika yang terparah diguncang gempa kepada Reuters, Kamis lalu. Muawiyah merujuk pada sambungan telepon yang lemah di daerah itu.

Korban selamat di pedesaan menggali reruntuhan dengan tangan. Lokasi gempa terletak di sekitar 160 kilometer sebelah tenggara Ibu Kota Kabul di daerah pegunungan dekat perbatasan Pakistan.

Gempa kali ini tercatat yang terparah dalam 20 tahun terakhir, kata pejabat yang menyebut korban tewas tampaknya akan terus bertambah menyusul adanya gempa susulan yang terjadi kemarin.

Dilansir dari laman Aljazeera, Sekitar 1.000 orang berhasil diselamatkan dari reruntuhan pada Kamis pagi, kata juru bicara Kementerian Kesehatan Sharafat Zaman kepada Reuters.

"Bantuan sudah tiba di lokasi dan terus berdatangan tapi masih kurang," kata dia.

Akses menuju provinsi yang terdampak yaitu Khost dan Paktika terhambat oleh jalanan yang tertutup reruntuhan dan juga longsor akibat gempa dan hujan lebat.

Di Paktika, di distrik Gayan, penduduk desa berdiri di atas tumbukan bata berlumpur yang tadinya adalah sebuah rumah. Warga lainnya berjalan melintasi lorong debu sambil berpegangan ke dinding hancur.

Atiqullah Bahram, penduduk di Provinsi Paktika mengatakan kepada Aljazeera, lebih dari 30 desa benar-benar hancur di Gayan.

"Saya menemui sebuah keluarga yang semuanya tewas kecuali seorang anak dan orang tua. Ada enam atau tujuh keluarga yang kehilangan seluruh anggota keluarganya," kata dia.

Helikopter berdatangan menuju lokasi korban luka untuk menyalurkan bantuan medis dan makanan. Pihak berwenang memastikan 1.800 rumah hancur.

Mereka yang selamat menyiapkan pemakaman bagi korban tewas termasuk anak-anak dan bayi.

"Kami meminta Emirat Islam (pemerintahan Taliban) dan seluruh negeri untuk datang membantu kami," kata korban selamat bernama Hakimullah kepada kantor berita the Associated Press. "Kami tidak ada apa-apa, bahkan tenda untuk berteduh pun tidak ada."

Pemerintahan Taliban meminta bantuan dunia internasional. Sebagian besar lembaga bantuan hengkang dari Afghanistan dan banyak negara menjatuhkan sanksi kepada sektor perbankan dan memangkas dana bantuan jutaan dolar setelah Taliban mengambil alih kekuasaan Agustus tahun lalu.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid menulis di Twitter, delapan truk bantuan makanan dan logistik lainnya sudah tiba di Paktika dari Pakistan. Dia juga menyebut dua pesawat bantuan kemanusiaan dari Iran dan Qatar sudah tiba di Afghanistan. [pan]

Baca juga:
Banyak Anak-Anak Diyakini Tewas Saat Gempa Mengguncang Afghanistan
Luluh Lantak Afghanistan Diguncang Gempa Dahsyat
Korban Tewas Gempa Bumi di Afghanistan Bertambah Jadi 1.000 Orang
Korban Tewas Akibat Gempa Dahsyat di Afghanistan Bertambah Jadi 280 Orang
Gempa Guncang Afghanistan Timur, 255 Orang Tewas
Cerita Mereka yang Bertahan Hidup Hanya dengan Remahan Roti Basi
PBB Desak Taliban Batalkan Semua Pembatasan Bagi Kaum Perempuan Afghanistan
Cerita Perlawanan Perempuan Afghan,"Pendidikan Bisa Selamatkan Kami dari Kegelapan"
Taliban Larang Perempuan dan Laki-Laki Makan Bareng di Restoran

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini