Gaji Guru di Kazakhstan Naik 100 Persen Setelah Presiden Baru Terpilih

Senin, 2 Desember 2019 11:59 Reporter : Merdeka
Gaji Guru di Kazakhstan Naik 100 Persen Setelah Presiden Baru Terpilih Ketua senat Kazakhstan Kassym-Zhomart Tokayev. ©2018 Merdeka.com/Ira Astiana

Merdeka.com - Kabar gembira bagi para guru di Kazakhstan. Gaji mereka dilaporkan akan segera naik 25 persen per tahun dalam empat tahun ke depan, artinya 100 persen dalam empat tahun setelah terpilihnya Kassym-Jomart Tokayev sebagai presiden baru.

Kabar itu disampaikan Duta Besar baru Kazakhstan bagi Republik Indonesia Daniyar Sarakenov. Kenaikan gaji guru ini merupakan bagian dari peningkatan kualitas pendidikan.

"Presiden juga menyampaikan kebutuhan pendidikan berkualitas dan menginstruksikan untuk melipatgandakan gaji guru selama empat tahun ke depan," ujar Sarakenov di Jakarta, Jumat (29/11).

Pada tahun depan, gaji guru Kazakhstan akan langsung naik 25 persen. Selain itu, anak-anak berbakat dari kalangan perkampungan juga akan diprioritaskan agar bisa kuliah hingga ke luar negeri.

"Presiden mencatat perlunya memilih anak-anak perkampungan yang berbakat dan menyiapkan mereka untuk institusi pendidikan tinggi di dalam negeri maupun luar negeri," ucap Sarakenov.

Saat ini ada sekitar 21 ribu lulusan sekolah yang tak punya akses ke pendidikan vokasi atau pendidikan tinggi. Presiden Tokayev pun berkata akan Presiden Tokayev Kazakhstan menyebut kurangnya pendidikan bisa berujung pada ekstrimisme.

Maka dari itu dia akan fokus membuat kebijakan agar lulusan sekolah punya akses ke sekolah vokasi atau pendidikan tinggi.

1 dari 1 halaman

Benahi Bantuan Jaminan Sosial

Faktor-faktor lain yang disorot presiden Kazakhstan adalah kualitas buku pelajaran yang masih buruk dan meminta kementerian terkait pendidikan untuk melakukan pembenahan.

Fokus pada pendidikan merupakan bagian dari rencana Presiden Tokayev untuk melaksanakan modernisasi masyarakat. Ini dibutuhkan demi menyediakan tenaga kerja yang dibutuhkan pasar.

Rencana lainnya adalah menunjang keluarga dan menciptakan masyarakat yang inklusif. Ini termasuk memberikan perlindungan bagi korban kekerasan dan perhatian untuk 80 ribu anak-anak penyandang disabilitas.

Kazakhstan juga akan membangun infrastruktur olahraga bagi anak-anak. Tak hanya olahraga, dukungan bagi mereka yang bekerja di sektor seni dan budaya juga diberikan, yakni kenaikan gaji. Pada sektor kesehatan, per 1 Januari 2020, Kazakhstan akan mewajibkan asuransi kesehatan.

Terakhir, Tokayev akan membenahi bantuan jaminan sosial agar lebih tepat sasaran. Pasalnya, dia mendeteksi adanya oknum yang sengaja tidak kerja atau menyembunyikan penghasilan mereka supaya mendapatkan bantuan pemerintah. Keluarga mampu pun sampai turut mendapat bantuan.

Tokayev pun berjanji akan menegakkan transparansi dalam pemberian bantuan sehingga tidak ada lagi orang yang malas-malasan dan supaya bisa didorong masuk ke dunia kerja.

Reporter: Tommy Kurnia

Sumber: Liputan6.com [pan]

Baca juga:
Sejarah Kenapa Wanita Kazakhstan Terkenal Cantik
Cerita Kelam Gulag Komunis di Karlag
Kazakhstan Akan Bebaskan Visa untuk WNI
Suara yang Menolak Bungkam, Melarikan Diri Bukanlah Solusi Bagi Muslim China
Sebelum Indonesia, 5 Negara Ini Juga Pernah Lakukan Pemindahan Ibu Kota

Topik berita Terkait:
  1. Kazakhstan
  2. Pendidikan
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini