Fitnah penyanyi Kuwait, pria Saudi dihukum cambuk 80 kali

Kamis, 2 Januari 2014 12:39 Reporter : Vincent Asido Panggabean
Fitnah penyanyi Kuwait, pria Saudi dihukum cambuk 80 kali Penyanyi asal Kuwait Shams. alarabiya.net

Merdeka.com - Pengadilan Pidana Riyadh telah menjatuhi hukuman kepada seorang lelaki Saudi tiga bulan penjara, 80 kali hukum cambuk, dan denda sebesar Rp 32,5 juta, setelah memfitnah seorang penyanyi asal Kuwait di Twitter dan Facebook.

Pria Saudi tidak disebutkan identitasnya itu dituduh telah mengunggah pesan berisi fitnah di media sosial, termasuk tuduhan tidak bermoral terhadap artis bernama Shams, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Rabu (1/1).

Menurut media lokal terdakwa telah mendapat jaminan sejak Agustus lalu, dan akan mengajukan banding atas putusan pengadilan itu.

Namun, kini terdakwa mungkin akan lebih terkejut lagi lantaran pengacara Shams mengumumkan kliennya itu akan naik banding terhadap putusan pengadilan sebab hukuman itu lebih ringan dibandingkan dengan kejahatan dilakukan pria itu, seperti dikutip surat kabar Arab News, kemarin.

Dalam sebuah pernyataan kepada wartawan setelah keputusan pengadilan, Shams mengatakan terdakwa menyebut dirinya sebagai seorang 'pembela' selebriti asal Uni Emirat Arab, Ahlam. Dalam beberapa tahun terakhir, Shams dan Ahlam terlibat dalam perselisihan publik, yang telah menarik perhatian media-media besar di kawasan Teluk.

Pada 2012, Shams dilaporkan mengejek Ahlam di Twitter. "Saya tidak seperti Ahlam, perancang busana internasional juga tidak menemukan adanya baju yang bagus digunakan dia," kicau Shams saat itu.

Shams mengatakan saat ini dia juga akan menindaklanjuti tuduhan pencemaran nama baik di media sosial terhadap tiga penggemar Ahlam lainnya.

Mereka menuduh Shams melakukan perzinahan dan mengunggah foto palsu di media sosial untuk mendukung tuduhan mereka, seperti dikutip Arab News. Pada gilirannya, Shams menuduh para terdakwa berusaha memprovokasi kelompok untuk membunuh dirinya.

Selama persidangan, para terdakwa tidak bisa memberikan bukti dapat diandalkan untuk mendukung dengan tuduhan mereka.

Kasus ini menyoroti sejauh mana para tokoh masyarakat mulai menindak fitnah-fitnah yang diunggah di media sosial, yang dapat membahayakan reputasi mereka.

Pada Oktober tahun lalu, pengadilan Kuwait menjatuhi hukuman terhadap tokoh oposisi terkemuka, yakni penulis Muhammad al-Wushaihi tiga bulan penjara lantaran berkicau di Twitter memfitnah seorang mantan perdana menteri. [fas]

Baca juga:
Dilarang di Saudi, dirayakan di Dubai
Saudi larang perayaan malam Tahun Baru
Lelaki Saudi dicambuk 20 kali sebab tuduh istri tak perawan
Pangeran Saudi akan dihukum mati lantaran membunuh
Bocah enam tahun di Saudi curi uang di toko perhiasan

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Arab Saudi
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini