KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Film Harry Potter berakhir, banyak burung hantu jadi gelandangan

Selasa, 22 Mei 2012 13:13 Reporter : Fatchur Rochim HP
Burung Hantu. merdeka.com/David Gray - REUTERS

Merdeka.com - Juli tahun lalu, serial Harry Potter resmi berakhir. Bagian terakhir versi novelnya dilansir bulan Juli 2007 sementara versi layar peraknya tayang pertengahan Juli 2011. Berakhirnya kisah Harry Potter ternyata membawa dampak buruk bagi burung hantu. Sejak pertengahan tahun lalu, banyak burung hantu yang kehilangan rumah karena ditelantarkan pemiliknya.

Agaknya, saat serial populer karya J. K. Rowling ini mulai digandrungi banyak orang, burung hantu mulai jadi piaraan favorit di banyak tempat. Seiring berakhirnya kisah ini, berakhir pula ketertarikan orang pada burung yang hidup di malam hari ini.

Menurut io9.com (20/05), biaya perawatan burung hantu memang cukup tinggi. Dalam satu tahun, burung hantu bisa menghabiskan biaya sekitar USD 1.400. Beberapa dari fans Harry Potter yang semula terpikat binatang piaraan ini gara-gara sang idola juga memelihara burung hantu sepertinya mulai keberatan menanggung biaya sebesar itu.

Beberapa dari fans yang cukup bertanggung jawab menyerahkan burung hantu mereka ke tempat penampungan sementara yang lain memilih melepaskan burung hantu mereka ke alam liar begitu saja. Di salah satu penampungan binatang peliharaan di North Wales saja, jumlah burung hantu yang kini jadi "tamu" mereka meningkat pesat dari enam ekor menjadi 100 ekor.

Ini bukan pertama kalinya film bisa mempengaruhi tren binatang peliharaan. Film 101 Dalmatians pernah menimbulkan efek yang sama, begitu juga dengan Teenage Mutant Ninja Turtle. Saat itu ada ribuan kura-kura yang dibuang ke sungai di Inggris gara-gara demam Kura-Kura Ninja sudah berak [roc]

Topik berita Terkait:
  1. Harry Potter

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.