Filipina Beli Persenjataan Sistem Rudal dari India Senilai USD 375 juta

Minggu, 16 Januari 2022 16:46 Reporter : Pandasurya Wijaya
Filipina Beli Persenjataan Sistem Rudal dari India Senilai USD 375 juta sistem rudal buatan india. ©Reuters

Merdeka.com - Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana mengatakan negaranya sudah merampungkan kesepakatan pembelian sistem rudal anti-kapal perang dari India senilai USD 375 juta untuk melengkapi persenjataan Angkatan Laut.

Filipina kini tengah dalam tahap akhir dari rencana proyek lima tahun memodernisasi persenjataan militer termasuk kapal perang dari zaman Perang Dunia Kedua dan helikopter bekas Amerika Serikat di Perang Vietnam.

Persenjataan Filipina termasuk yang paling minim dibanding negara Asia lainnya. Pendahulu Presiden Rodrigo Duterte, Benigno Aquino, memulai proyek modernisasi persenjataan ini pada 2012. Namun tetap saja persenjataan militer Filipina bukan tandingan bagi negara adikuasa China.

Dilansir dari laman Aljazeera, Sabtu (16/1), Dalam unggahan di Facebook Jumat lalu Lorenzana menuturkan, Filipina menjalin kerja sama dengan pemerintah India lewat perusahaan BrahMos Aerospace Private Ltd yang akan mengirimkan tiga unit sistem rudal, tim operator, dan pemeliharaan serta bantuan logistik.

Perusahaan BrahMos--gabungan dari India dan Rusia--mengembangkan rudal yang menurut Kementerian Pertahanan India adalah yang tercepat di dunia. Filipina menjadi negara pertama yang membeli persenjataan ini. Kementerian Pertahanan India menolak berkomentar.

Sistem rudal anti-kapal perang ini mampu mengadang kapal asing yang akan mendekati wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Filipina yang membentang sejauh 370 kilometer. Dalam beberapa tahun belakangan Filipina sudah berulang kali menuding China melanggar batas ZEE dengan mengirimkan ratusan kapal ke perairan itu.

"Ini bagian dari pertahanan wilayah kami," kata Kolonel Ramon Zagala, juru bicara militer Filipina.

Pada 2018 Filipina membeli rudal Spike ER buatan Israel yang merupakan sistem rudal diluncurkan dari kapal perang untuk pertahanan maritim.

Baca juga:
Filipina Larang Warga yang Tak Divaksinasi Naik Transportasi Umum
Filipina Minta Indonesia Cabut Larangan Ekspor Batu Bara
Kondisi Pulau yang Diklaim Filipina di Laut China Selatan Usai Hantaman Topan Rai
Hantaman Topan di Filipina Tewaskan Lebih dari 200 Orang
Google Bakal Stop Iklan Politik Jelang Pilpres di Filipina
Filipina Batal Izinkan Turis Masuk karena Khawatir Varian Omicron
Filipina Tuding Kapal China Tembakkan Meriam Air ke Kapalnya di Laut China Selatan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini