FBI Tuding Peretas China Hendak Curi Data Penelitian Vaksin Covid-19

Kamis, 14 Mei 2020 07:28 Reporter : Pandasurya Wijaya
FBI Tuding Peretas China Hendak Curi Data Penelitian Vaksin Covid-19 Ilustrasi hacker. ©Reuters/Kacper Pempel

Merdeka.com - Badan Penyelidik Federal Amerika Serikat (FBI) dan sejumlah ahli meyakini para peretas China berusaha mencuri data penelitian tentang vaksin corona. Demikian dilaporkan dua harian terkemuka AS, the Wall Street Journal dan the New York Times Senin lalu.

FBI dan Departemen Keamanan Negara berencana merilis sebuah peringatan tentang aktivitas para peretas China itu di saat berbagai negara dan perusahaan swasta berpacu dengan waktu mengembangkan vaksin Covid-19.

Dikutip dari laman Alarabiya, Senin (11/5), para peretas itu menyasar properti intelektual dan informasi soal penanganan dan pengujian Covid-19.

Para pejabat AS menuduh para peretas itu terkait pemerintah China. Peringatan resmi akan disampaikan dalam beberapa hari ke depan.

Rancangan surat peringatan itu menyebut China berupaya "mendapatkan data properti intelektual dan kesehatan publik melalui cara-cara yang tidak dibenarkan terkait vaksin, penanganan dan pengujian."

Para peretas itu dikatakan berusaha mencuri data dari sejumlah laboratorium akademisi dan swasta.

1 dari 2 halaman

Peringatan dari AS ini menjadi bagian dari serangkaian upaya pemerintahan Trump untuk mengkambinghitamkan China sebagai negara yang menjadi sumber pandemi dan berusaha meraih keuntungan dari dampaknya.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bulan ini menyebut "ada banyak bukti" yang menunjukkan virus corona berasal dari laboratorium China di Wuhan. Intelijen AS mengatakan mereka belum sampai pada kesimpulan semacam itu tapi bukti publik menunjukkan ada kaitan awal mula pandemi ini dengan sebuah pasar di Wuhan dan perdagangan hewan liar di China.

Kementerian Luar Negeri AS Jumat lalu menyebut ada kampanye di Twitter dari China yang ingin menyebarkan propaganda dan berita bohong tentgang virus corona.

"China punya sejarah kelakuan buruk di dunia maya yang tecatat dengan baik. Jadi tidak mengherankan jika mereka mengejar sejumlah organisasi yang terlibat dalam penanganan pandemi Covid-19," kata Christopher Krebs, direktur Badan Keamanan Siber dan Infrastuktur AS.

2 dari 2 halaman

Bantahan China

rev1

Di Beijing Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian membantah tudingan FBI itu dengan mengatakan China secara tegas menentang segala jenis serangan siber.

"Kami yang terdepan dalam penelitian dan penanganan Covid-19 di dunia. Sungguh tidak pantas menuduh China dengan rumor dan fitnah tanpa ada bukti," kata Zhao.

Peringatan FBI ini menambah daftar sejumlah laporan yang menuding para peretas Iran, Korea Utara, Rusia, dan China didukung oleh pemerintah masing-masing dalam aktivitas terkait pandemi corona, dari mulai memproduksi berita bohong sampai menyasar para ilmuwan dan pekerja medis.

Harian the New York Times mengatakan kejadian ini bisa menjadi awal dari tuntutan hukum oleh badan Pusat Komando Siber Pentagon dan Badan Keamanan Nasional.

Pekan lalu Inggris dan AS menyampaikan peringatan pesan bersama tentang adanya peningkatan aktivitas serangan siber terhadap para pekerja medis profesional yang terlibat dan penanganan virus corona. Para pelaku disebut "kerap terkait dengan sosok di pemerintahan suatu negara".

Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris dan Badan Keamanan Infrastruktur Siber AS mengatakan mereka mendeteksi ada kegiatan para peretas berskala besar yang mencoba mengakses kata sandi akun-akun di sejumlah lembaga kesehatan dan organisasi penelitian medis. [pan]

Baca juga:
Twitter Umumkan Karyawan Boleh Kerja Dari Rumah Seterusnya dan Tetap Digaji Normal
Nenek 113 Tahun Jadi Pasien Tertua di Dunia yang Sembuh dari Covid-19
Peneliti Italia: Virus Corona Mungkin Menghilang Sebelum Ditemukan Vaksin
Gelombang Kedua Covid-19, Wuhan Bakal Tes Seluruh 11 Juta Penduduk Kota Dalam 10 Hari
Selama Libur Lebaran, Arab Saudi Berlakukan Lockdown dan Jam Malam, Mekkah Ditutup
Penyakit dari Hewan ke Manusia Bukan Barang Baru, Sejak Lama Sudah Mematikan
Dunia Terancam Kelaparan, Pandemi Corona Ungkap Betapa Rentan Rantai Pasokan Makanan
Anak 9 Tahun Jahit APD Sendiri untuk Bantu Tenaga Medis

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini