FBI Sebut Pria Bersenjata Ditembak Petugas di Luar Markas CIA

Selasa, 4 Mei 2021 11:03 Reporter : Pandasurya Wijaya
FBI Sebut Pria Bersenjata Ditembak Petugas di Luar Markas CIA petugas keamanan di luar markas CIA. ©NBC New, via Reuters

Merdeka.com - Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat (FBI) dalam pernyataan hari ini mengatakan seorang pria bersenjata terluka karena ditembak petugas FBI di luar markas CIA di Washington.

Menurut keterangan FBI, pria itu keluar dari mobil dan membawa senjata. Dia kemudian terlibat baku tembak dengan petugas dan terluka sekitar pukul 06.00. Setelah itu dia dibawa ke rumah sakit, seperti dilaporkan NBC News. Nama rumah sakit tidak disebutkan dalam laporan itu.

"FBI menganggap serius insiden ini," kata Samantha Shero, pejabat urusan publik Kantor FBI Washington dalam surel, seperti dilansir laman the New York Times, Selasa (4/5). "Kejadian ini sedang dalam proses penyelidikan."

Seorang juru bicara CIA mengatakan markas CIA masih aman dan menyarankan segala pertanyaan diajukan ke FBI. Belum diketahui apakah ada petugas yang terluka dalam kejadian itu.

Markas CIA di Langley, Negara Bagian Virginia, sudah berdiri sejak 1961. Bangunan itu tidak untuk umum dan hanya bisa dikunjungi bagi orang yang memiliki izin atau perjanjian khusus. Situs CIA memberikan layanan tur virtual ke 32 kompleks bangunan mulai dari patung dada Presiden George H W Bush yang pernah menjadi direktur CIA dari Januari 1976 sampai Januari 1977. Kompleks bangunan itu diberi nama dengan namanya pada 1999.

Bulan lalu seorang pengemudi menabrakkan mobil ke petugas di Gedung Capitol saat pengamanan ketat dilakukan setelah kejadian kerusuhan 6 Januari lalu. Seorang petugas tewas dan yang lainnya luka.

Insiden hari ini di markas CIA mengingatkan pada kejadian penembakan di luar markas pada 1993 ketika seorang pria Pakistan membunuh dua pegawai CIA yang berhenti di lampu merah di luar markas CIA. Pria bernama Mir Aimal Kasi yang juga melukai tiga orang lainnya mengatakan dia diburu oleh CIA di Pakistan dan sejumlah negara Islam. Dia kemudian dieksekusi suntik mati pada 2002 setelah menghindari dakwaan selama beberapa tahun di Pakistan. Sejak saat itu Negara Bagian Virginia menghapuskan hukuman mati. [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini