Erdogan ancam AS jika tidak pulangkan sosok diduga dalang kudeta

Jumat, 12 Januari 2018 16:00 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Presiden Recep Tayyip Erdogan. ©2017 Bloomberg

Merdeka.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengancam tidak akan menyerahkan tersangka teroris kepada Amerika Serikat jika Washington tidak menyerahkan Fethullah Gulen, ulama yang disebut dalang kudeta militer pada 2016.

Ankara sudah berulang kali meminta Washington menyerahkan Gulen namun AS mengatakan tidak cukup bukti untuk mengekstradisi pria itu yang diduga dalang kudeta itu.

"Sejauh ini kami menyerahkan 12 teroris kepada Amerika Serikat, tapi mereka juga menyerahkan satu orang yang kami inginkan. Mereka terus beralasan," kata Erdogan kemarin di hadapan para pemimpin daerah di Istana Kepresidenan di Ankara, seperti dilansir laman Middle East Monitor, Jumat (12/1).

Erdogan menambahkan jika AS tidak memberikan Gulen, maka selama dia menjabat sebagai presiden, AS tidak akan mendapatkan teroris lain dari negara mereka.

"Kalau kalian (AS) tidak menyerahkan dia (Gulen) kepada kami, maka maaf saja, mulai sekarang, tiap kali kalian meminta kami menyerahkan teroris lagi, selama saya masih menjabat, itu tidak akan terjadi," kata Erdogan.

Turki adalah negara muslim terbesar anggota organisasi negara NATO dan menjadi sekutu penting AS di Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu Rabu lalu mengatakan hubungan kedua negara dirusak oleh Washington karena mereka tidak mengekstradisi Gulen dan mendukung kelompok milisi Suriah Kurdi (YPG) dan sayap politiknya, PYD.

"AS tidak mendengar kami, mereka malah mendengarkan PYD/YPG. Bisakah itu disebut hubungan kerja sama strategis? Turki adalah negara yang tidak akan tergelincir oleh kebijakan tak konsisten AS di kawasan," ujar Erdogan. [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini