Enam Hari Unjuk Rasa Anti-pemerintah, Lebih dari 100 Demonstran Tewas di Irak

Senin, 7 Oktober 2019 14:12 Reporter : Pandasurya Wijaya
Enam Hari Unjuk Rasa Anti-pemerintah, Lebih dari 100 Demonstran Tewas di Irak Demonstrasi di Irak. ©2019 REUTERS

Merdeka.com - Sebanyak 12 orang demonstran di Irak kemarin tewas dalam unjuk rasa anti-pemerintah yang sudah berlangsung selama enam hari. Pemerintah Irak berusaha menghadapi kemarahan rakyat yang menuntut lapangan kerja, perbaikan ekonomi, dan pemberantasan korupsi.

Dalam pernyataan resmi pertama kali dari pemerintah, Juru bicara Kementerian Dalam negeri Saad Maan kemarin mengatakan dalam enam hari unjuk rasa sudah 104 orang tewas, termasuk delapan di antaranya aparat keamanan. Lebih dari 6.000 orang dan 1.200 aparat juga terluka. Dia menuturkan penyelidikan kini sedang dilakukan untuk mengetahui siapa dalang di balik unjuk rasa ricuh di Baghdad dan beberapa kota lainnya.

Dilansir dari laman the Guardian, Senin (7/10), Maan mengatakan 51 bangunan fasilitas umum dan delapan markas partai politik dirusak massa.

Maan mengatakan aparat keamanan tidak menyerang demonstran dan ada 'pihak lain' yang melakukan itu terhadap demonstran dan anggota keamanan.

Tapi hal itu bertentangan dengan keadaan di lapangan. Sejumlah demonstran dan wartawan di lapangan menyaksikan bagaimana aparat keamanan menembaki kerumunan massa dibantu penembak jitu. Maan menuturkan korban tewas pada Jumat lalu ditembak di bagian kepala dan jantung.

1 dari 1 halaman

Dianggap Mati Syahid

Kemarin tentara melepaskan tembakan ke arah sekitar 300an demonstran yang berkumpul di pinggiran Baghdad.

Perdana Menteri Adil Abdul-Mahdi Sabtu lalu menyerukan para demonstran untuk mengakhiri unjuk rasa. Dia mengatakan siap bertemu dengan demonstran untuk memenuhi tuntutan mereka.

"Kita tidak bisa menerima situasi seperti ini terus-menerus," kata Mahdi dalam rapat kabinet yang disiarkan televisi. "Kami mendengar ada penembak jitu, pelempar bom, polisi dan warga dibakar."

"Saya siap menemui saudara-saudara kita yang berdemo di mana pun mereka berada atau mengutus perwakilan ke lokasi mereka tanpa aparat keamanan. Saya akan menemui mereka tanpa senjata dan duduk bersama untuk mendengar tuntutan mereka."

Mahdi juga menuturkan, siapa pun yang tewas dalam demo, baik demonstran atau aparat, akan dianggap sebagai syahid dan mendapat santunan dari negara. [pan]

Baca juga:
PBB Desak Hentikan Demo Irak yang Tewaskan Hampir 100 Orang
Kemuakan Terhadap Elit Politik Membuat Kaum Muda Irak Memberontak
Rekaman Suara Terbaru Baghdadi Serukan Pembebasan Muslimah ISIS di Kamp Penahanan
Melacak Rute Pasokan Senjata AS yang Jatuh ke Tangan ISIS
Leo, Singa di Irak yang Sering Bermain dengan Manusia

Topik berita Terkait:
  1. Irak
  2. Demonstrasi
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini