KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Empat perempuan dicalonkan ganti posisi Ban Ki-moon di PBB

Selasa, 5 April 2016 11:50 Reporter : Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Bendera PBB. ©2016 google

Merdeka.com - Setelah sebelumnya dari wilayah Asia, kali ini Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) bakal diberikan kepada wilayah Benua Eropa. Ada empat calon perempuan yang dielukan dalam pemilihan posisi paling berpengaruh di PBB.

Dikutip dari laman Time, Selasa (5/4), empat perempuan ini adalah mantan Perdana Menteri Selandia Baru Helen Clark, yang juga sebagai kepala United Nations Development Programme (UNDP), kemudian ada juga kepala UNESCO yang juga politikus Bulgaria Irina Bokova, mantan Menteri Luar Negeri Kroasia Vesna Pusic, dan terakhir mantan Menteri Luar Negeri Moldova Natalia Gherman.

Meski keempatnya masih harus melewati proses seleksi lagi, namun jika berhasil salah satu dari mereka akan menggeser Ban Ki-Moon yang saat ini masih menjabat sebagai Sekjen PBB.

Koran New Zealand Herald melaporkan, Clark sangat senang dinominasikan sebagai Sekjek PBB oleh pemerintah Selandia Baru. "Sesuatu yang luar biasa, saya tersanjung," tulis New Zealand Herald.

"Ini merupakan posisi yang paling menantang, namun saya bisa melakukannya," kata Clark.

"Seluruh hidup saya sudah saya latih untuk semakin maju ke depan, terutama dalam menghadapi tantangan kepemimpinan," lanjut dia.

Sementara itu dalam lawatan Menteri Luar Negeri Bulgaria pekan lalu ke Indonesia, Daniel Mitov menyampaikan permintaan untuk mendukung Irina Bokova, menjadi calon Sekjen PBB.

Sayangnya, permintaan itu ditolak Indonesia karena masih akan melihat calon lainnya.

"Kita belum mempelajari detail latar belakang bersangkutan, dan para calon lainnya. Jadi belum ditentukan kira-kira siapa yang tepat di posisi itu," pungkas juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir pekan lalu.

Sekjen PBB merupakan salah satu bagian penting dari perkumpulan negara-negara dunia ini. Menurut Piagam PBB, Sekjen diangkat oleh Sidang Umum berdasarkan rekomendasi Dewan Keamanan. [ard]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.