Empat muslim ini merana, dilarang puasa saat ramadan

Kamis, 18 Juni 2015 06:02 Reporter : Pandasurya Wijaya
Empat muslim ini merana, dilarang puasa saat ramadan umat muslim Xinjiang. ©Reuters

Merdeka.com - Sebanyak 1,6 miliar umat Islam di muka bumi mulai hari ini menjalan ibadah puasa. Namun tidak semua warga muslim itu bisa dengan tenang dan damai mengikuti ibadah puasa di bulan suci ini.

Sebagian warga muslim seperti di China, Inggris, India, Myanmar, dan di Afrika mendapat tekanan di saat bulan suci Ramadan tiba. Mereka kian merana karena dilarang berpuasa. Bahkan mereka juga dilarang menjalankan ibadah lain seperti salat tarawih di masjid.

Siapa saja warga muslim yang dilarang menjalankan puasa dan ibadah lainnya di bulan Ramadan ini? Simak ulasannya berikut ini.

1 dari 4 halaman

Muslim Uighur di China dipaksa tidak berpuasa

Muslim Uighur. muslimvillage.com

Pegawai Negeri Sipil di wilayah Provinsi Xinjiang, China, kembali mendapat surat edaran dari Partai Komunis China. Pemerintah pusat mewajibkan mereka melarang setiap aktivitas Ramadan, termasuk puasa wajib bagi setiap umat muslim.

Diharapkan, para PNS, termasuk yang beragama Islam, agar membuat selebaran tertulis sampai menyampaikan langsung ke rumah-rumah warga tentang larangan tersebut.

"Sehingga warga tidak akan menghadiri aktivitas keagamaan dan tidak berpuasa selama Ramadan," tulis edaran tersebut seperti dikutip International Business Times, Rabu (17/6).

Xinjiang adalah wilayah yang didiami etnis minoritas Uighur. Mereka berdarah campuran mongol dan kazakh, serta nyaris 100 persen merupakan penganut Islam.

Hubungan warga Uighur dengan pemerintah China tak pernah akur. Orang Uighur dituding teroris yang ingin merongrong kedaulatan Negeri Tirai Bambu, lantas mendirikan negara Islam. Dua tahun terakhir, puluhan orang Uighur ditangkap karena dituduh terlibat insiden penusukan massal di beberapa kota besar China.

Juru bicara Kongres Uighur Sedunia, Dilxat Raxit, menyatakan tekanan pemerintah China pada muslim minoritas di Xinjiang terus meningkat saban tahun. Dia pun mengaku sudah membaca surat edaran larangan berpuasa yang disebarkan kepada para PNS di Xinjiang.

Dilxat, yang kini diasingkan ke Swedia, menegaskan bila China terus menekan orang Uighur maka radikalisme akan berkembang. "Orang-orang kami justru akan melawan lebih gigih bila terus diintimidasi," urainya.

Dalam laporan terpisah, utusan pemerintah China mendatangi restoran di Desa Jinghe, yang berbatasan dengan Kazakhstan. Warung makan mayoritas muslim di desa tersebut diminta tetap buka selama Ramadan.

Sedangkan tahun lalu, Pemerintah China melarang pelajar muslim di Provinsi Xinjiang berpuasa Ramadan. Mereka dipaksa makan di siang hari oleh otoritas lokal.

Total ada 20 juta umat muslim di Negeri Tirai Bambu. Tapi dibanding etnis lain, muslim paling menderita di China adalah warga Uighur. Tak cuma soal agama, mereka juga dilarang menggunakan bahasa Uighur. Situs budaya Uighur pun rutin dihancurkan oleh petugas Partai Komunis.

Topik pilihan: Ramadan 2015

2 dari 4 halaman

Siswa SD di Inggris dilarang berpuasa saat Ramadan

Sekolah muslim di London. ©2015 Merdeka.com

Beberapa sekolah dasar di Ibu Kota London, Inggris, melarang siswa-siswi beragama Islam menjalankan ibadah puasa ramadhan yang akan dimulai pertengahan pekan ini.

Pengelola sekolah beralasan kesehatan anak-anak muslim itu menurun selama bulan puasa. Demi kelancaran aktivitas mereka, para guru menuntut agar orang tua tidak mewajibkan peserta didik menahan lapar dan haus. Beberapa SD yang sudah mengirim surat pemberitahuan larangan berpuasa itu misalnya Barclay Primary di London Timur, Sybourn Primary, Thomas Gamuel Primary, serta Brook House Primary.

Surat kabar Telegraph melaporkan, Minggu (14/6), kebijakan ini sontak memicu kontroversi di kalangan komunitas Islam Inggris. Umat muslim mendesak pemerintah ikut campur untuk mengingatkan pengelola sekolah, bahwa puasa belum wajib bagi anak-anak. Sekalipun mereka berpuasa, orang tua yakin kegiatan mereka tidak akan terganggu.

"Surat larangan berpuasa itu jelas tindakan berlebihan. Kekhawatiran pengelola SD terhadap kesehatan peserta didik seharusnya bisa dibicarakan baik-baik dengan orang tua mereka," kata juru bicara Masyarakat Muslim Inggris (ISB) Ajmal Masroor.

Lebih dari itu, surat larangan berpuasa yang disebarkan beberapa sekolah bersamaan menciptakan kesan umat muslim memaksa anak belum dewasa berpuasa sehari penuh.

"Padahal bagi anak-anak, apalagi usia sekolah dasar, ibadah puasa itu belum wajib," tandas Masroor.

Dalam surat edaran SD Barclay yang didapatkan surat kabar the Daily Mail, disebutkan bahwa banyak peserta didik beragama Islam, jatuh sakit atau pingsan selama Ramadhan. Sekolah ini lalu menyarankan anak yang terlanjur puasa agar tidak usah sekolah. "Jika kalian ingin berpuasa, lakukan di akhir pekan saat sekolah libur," tulis edaran SD Barclay.

Topik pilihan: Tanya Jawab Ramadan

3 dari 4 halaman

Pekerja muslim di India dipaksa makan saat Ramadan

Masakan India. ©2014 Merdeka.com/shutterstock/HLPhoto

Di negara dengan mayoritas warga beragama Hindu, seorang pekerja muslim di sebuah kantin tahun lalu sempat dipaksa makan oleh anggota parlemen saat di bulan Ramadan.

Seorang anggota parlemen dari partai berhaluan kanan Shiv Sena dilaporkan mengamuk di sebuah kantin kantor pemerintah di New Delhi lantaran tidak tersedia makanan.

Dalam sebuah cuplikan video atas kejadian itu terlihat anggota parlemen itu mencoba menjejalkan roti ke mulut seorang pekerja muslim di kantin, seperti dilansir BBC, Juli tahun lalu.

Partai oposisi lainnya kemudian memprotes tindakan anggota partai Shiv Sena itu dan meminta dia menyampaikan maaf.

Video kejadian sempat beredar di sejumlah stasiun televisi.

"Saya baru tahu pekerja itu seorang muslim setelah melihat cuplikan di TV dan saya menyesalinya," kata anggota parlemen bernama Rajan Baburao Vichare itu kepada Press Trust of India. Dia berdalih dengan mengatakan hanya ingin memprotes kualitas makanan di kantin itu.

Topik pilihan: Tips Puasa

4 dari 4 halaman

Muslim Rohingya di Myanmar dilarang beribadah di masjid

Penyelamatan imigran Rohingya. ©AFP PHOTO

Warga muslim dari etnis Rohingya di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, semakin menderita jika bulan suci Ramdan tiba.

Pasalnya, pasukan keamanan Myanmar melarang mereka beribadah di semua masjid yang ada di Rakhnine. Larangan itu, misalnya, terjadi saat umat Islam Rohingya akan menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan pada 2012.

Sejumlah warga yang menjadi saksi mengatakan larangan itu berlaku di 500 masjid di Rakhine. Konflik sektarian di wilayah itu memang cukup tinggi.

"Pada awal Ramadan, pasukan Nasaka (polisi Myanmar) menyegel enam masjid di wilayah kami dan mengancam akan menangkap atau menembak kami jika kami berani beribadah di sana," kata Kalimullah, warga Rohingya di Rakhine berusia 60 tahun kepada South China Morning.

"Kami berharap mereka mau membuka masjid bagi Hari Raya Idul Fitri," ujar Kalimullah ketika itu. [pan]

Baca juga:
Lima penduduk negara ini berpuasa paling lama sedunia
Puasa di Eropa Utara mencapai 22 jam, ulama usul ada pengurangan
Tradisi unik warga Mesir puaskan diri di pantai sebelum puasa
PNS di China kembali diwajibkan larang warga berpuasa ramadan

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini