Efektivitas Vaksin CoviVac Buatan Rusia Cegah Covid-19 Diklaim di Atas 80 Persen

Kamis, 3 Juni 2021 10:48 Reporter : Hari Ariyanti
Efektivitas Vaksin CoviVac Buatan Rusia Cegah Covid-19 Diklaim di Atas 80 Persen Vaksin Covid-19 CoviVac buatan Rusia. ©Reuters

Merdeka.com - Vaksin Covid-19 ketiga buatan Rusia, CoviVac, lebih dari 80 persen efektif mencegah infeksi virus corona. Klaim ini berdasarkan data pendahuluan, demikian disampaikan pengembang CoviCav, dikutip kantor berita Interfax pada Rabu.

Chumakov Centre bisa memproduksi enam kali lebih tinggi daripada rencana awal 10 juta dosis setahun. Demikian dikutip dari Reuters, Kamis (3/6).

Selain CoviVac, Rusia juga telah memproduksi vaksi Sputnik V yang efektivitasnya di atas 90 persen.

Sputnik V juga disebut sangat efektif melawan dan menetralisasi serangan virus corona varian Brasil, menurut Badan Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) dan sebuah penelitian yang dilakukan para peneliti di Argentina.

Virus corona varian Brasil atau P1, memicu lonjakan kematian Covid-19 di Brasil, telah menyebar ke seluruh Amerika Latin. Para ilmuwan di Brasil menemukan mutasi varian tersebut bisa membuatnya lebih resisten terhadap antibodi, meningkatkan kekhawatiran internasional terkait potensinya membuat vaksin menjadi kurang efektif.

Penelitian di Argentina, dilakukan Institut Virologi Dr Vanella Universitas Nasional Cordona (UNC), menemukan respons imun kuat terhadap varian ini pada mereka yang divaksinasi dengan Sputnik V.

“Penelitian mengonfirmasi kekebalan berkembang pada orang yang divaksinasi dengan Sputnik V menetralisasi varian Brasil setelah menerima dua dosis, dan bahkan setelah (dosis) pertama,” jelas RDIF dalam sebuah pernyataan pada Senin, dikutip dari Reuters, Selasa (25/5).

Menurut penelitian tersebut, yang dilihat Reuters dan dikutip RDIF, 85,5 persen orang mengembangkan kekebalan terhadap varian Covid-19 pada hari ke-14 setelah vaksinasi dosis pertama. Angka itu naik hampir 100 persen pada hari ke-42 setelah seseorang menerima dua dosis vaksin.

Dekan Fakultas Ilmu Kedokteran UNC, Rogelio Pizzi, menyampaikan kepada Reuters penelitian tersebut menunjukkan vaksin Rusia itu berhasil menghalangi varian tersebut.
“Hasilnya sangat luar biasa. Vaksin ampuh terhadap varian ini,” jelasnya, seraya menambahkan Institut Virologi UNC juga melakukan penelitian virus corona varian Inggris. [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini