Duterte siap ubah Filipina jadi negara federal

Rabu, 11 Mei 2016 07:57 Reporter : Ardyan Mohamad
Duterte siap ubah Filipina jadi negara federal Pemenang Pemilu Filipina Rodrigo Duterte. ©2015 Merdeka.com/oddity Central

Merdeka.com - Rodrigo Duterte resmi mengklaim menang dalam pemilihan umum presiden Filipina. Melalui juru bicaranya, Peter Lavina, politikus 71 tahun itu berjanji segera mewujudkan janji-janji kampanye setelah dilantik.

Program pertama yang mendesak - dan dirasa paling sulit terwujud - adalah mengajak parlemen mengubah dasar negara dari presidensial menjadi federal. Duterte ingin setiap negara bagian memiliki parlemen ataupun otonomi masing-masing.

"Tentu perlu ada kesepakatan nasional. Langkah pertama menurut (Duterte) adalah mengajukan revisi konstitusi kepada kongres," kata Lavina seperti dilansir the Guardian, Rabu (11/5).

Duterte, selaku mantan Wali Kota Davao selama dua dekade terakhir, merasa elit politik Manila memegang kendali terlalu besar. Sejak lama dia ingin provinsi-provinsi yang jauh dari Ibu Kota memiliki wewenang mengelola anggaran dan kebijakan politik keamanan.

Selain isu dasar negara, fokus Duterte adalah mengatasi kriminalitas. Untuk itu, dia ingin menerapkan kebijakannya di Davao ke tingkat nasional yakni pembatasan minuman keras serta larangan operasi karaoke setelah pukul 21.00.

Lavina mengklaim kebijakan yang sekilas otoriter tujuannya demi kebaikan masyarakat. Terbukti, warga Davao selama ini tidak mempermasalahkan larangan ala Duterte itu. "Larangan-larangan ini menjamin masyarakat mendapat cukup istirahat untuk beraktivitas keesokan harinya," ujarnya.

Sosok presiden baru Filipina itu dikenal berangasan, suka berkata kotor, serta berjanji membunuh banyak penjahat agar rakyat Filipina merasa aman. Kalangan oposisi menudingnya akan menjadi pemimpin diktator. Di sisi lain, Duterte populer bagi kalangan rakyat miskin Filipina. Dia dianggap bukan bagian elit politik lama negara mayoritas Katolik di Asia Tenggara itu.

Tim sukses Duterte kemarin malam waktu setempat akhirnya resmi mengumumkan klaim kemenangan. Hitung cepat sehari sebelumnya sudah menunjukkan Duterte menang besar.

Hasil KPU Filipina menunjukkan Duterte meraup 5,89 juta suara, setara 39 persen suara nasional, jauh melebihi pesaing terdekatnya seperti Manuel Araneta Roxas atau senator Grace Poe. Aturan pemilu Filipina sangat sederhana, capres dinyatakan menang asal meraih suara lebih tinggi dari pesaingnya. Duterte nantinya sesuai UU hanya boleh menjabat satu periode selama enam tahun.

Sebagai mantan pengacara yang tidak terlalu kaya, Duterte menangis saat menggelar konferensi pers mengumumkan kemenangan dalam pilpres. Dia berterima kasih pada mendiang ibu dan ayahnya.

"Saya ini bukan siapa-siapa, terima kasih atas kepercayaan rakyat," ujarnya. Soal kebiasannya berbicara kotor dan memaki, Duterte mengaku akan menghentikannya setelah mejabat. "Saya siap mengubah sikap." [ard]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini