Dunia di ambang runtuhnya kepemimpinan AS dan Eropa

Kamis, 23 Maret 2017 09:04 Reporter : Pandasurya Wijaya
Dunia di ambang runtuhnya kepemimpinan AS dan Eropa Barack Obama bertemu Donald Trump. ©REUTERS/Kevin Lamarque

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan sempat adu mulut dengan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull beberapa hari setelah dia dilantik sebagai presiden.

Trump juga kemudian menolak kerja sama perdagangan global dengan negara di wilayah Pasifik. Kondisi itu membuat banyak kalangan di Negeri Kanguru mulai berpikir untuk mengalihkan pandangan dari AS ke China.

Dalam pidatonya pekan lalu di Universitas Western Sydney, duta besar pertama Australia untuk China Stephen Fitzgerald mengatakan dunia kini tengah berada di babak akhir dari kepemimpinan AS dan Eropa. Dia menyerukan Australia untuk menjalin kerja sama diplomatik dan ekonomi dengan China.

"Kita hidup di dunia milik China. Tapi kita tidak punya hubungan untuk menyesuaikannya," kata dia, seperti dilansir koran the New York Times, pekan lalu.

Selama beberapa dekade Australia menjadi sekutu AS dan berbagi informasi intelijen, ikut mendukung dan mengerahkan pasukan buat berperang dengan AS di Irak, Afganistan.

Fitzgerald menyampaikan dalam pidatonya, kehadiran Trump membuka peluang Australia untuk untuk lebih mandiri terhadap ketergantungan dengan Washington dan membangun hubungan kerja sama dengan Beijing.

Meski begitu dia juga tidak mengesampingkan karakter China yang cenderung anti-demokrasi. Dia juga mengecam upaya China yang ingin serba mengontrol aliran informasi bagi komunitas China di Australia.

Untuk mengatasi kendala itu, menurut Fitzgerald hanya ada satu cara: berusaha mendekati China sedekat mungkin supaya punya suara dan pengaruh kepada Beijing. [pan]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Australia
  3. Amerika Serikat
  4. China
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini