Dugaan Politik Uang hingga Gangguan Mesin Hitung Suara Warnai Pemilu Filipina

Selasa, 14 Mei 2019 12:25 Reporter : Merdeka
Dugaan Politik Uang hingga Gangguan Mesin Hitung Suara Warnai Pemilu Filipina Bendera Filipina. ©istimewa

Merdeka.com - Pemilihan umum sela di Filipina telah berlangsung pada Senin (13/5), diikuti 62 juta pemilik hak pilih. Pemilu sela ini memperebutkan 24 kursi Senat dan 297 jabatan di DPR. Sekitar 43.000 kandidat juga memperebutkan 18.000 jabatan lokal, seperti wali kota.

"Kami melihat banyak pemilih dapat memberikan suara dengan sukses. Secara umum pemilu ini berhasil," kata juru bicara Komisi Pemilihan Umum Filipina, James Jimenez kepada wartawan sebagaimana dilansir dari laman The Straits Times pada Selasa (14/5).

Tidak ada indikasi kekerasan yang signifikan, tapi terdapat laporan tentang pembelian suara atau politik uang dan gangguan dalam penghitungan suara. Kepala Polisi Nasional Filipina, Jenderal Oscar Albayalde menyampaikan temuan dugaan insiden pembelian suara besar-besaran.

"Kami mendapat laporan dari kiri dan kanan," katanya dalam konferensi pers.

Albayalde menambahkan, sebanyak 302 tim sukses ditangkap dengan amplop, uang tunai dan contoh surat suara yang dimaksudkan untuk membeli suara. Mereka disebut menawarkan mulai dari 300 peso (sekitar Rp 225.000) hingga 3.000 peso (sekitar Rp 2.250.000) untuk memberikan suara bagi kandidat mereka.

Seorang kandidat wali kota juga ditangkap di Manila pada Minggu (12/5) setelah mencoba melakukan intervensi menyusul ditangkapnya para pendukung di tempat "pembelian suara". Ia dibebaskan beberapa waktu kemudian.

Pemungutan suara juga terhambat dengan tidak berfungsinya mesin penghitung suara. Mantan wakil presiden Jejomar Binay sempat terancam gagal memberikan aspirasi politik, karena salah satu mesin tidak bisa membaca surat suaranya.

"Ini adalah cara untuk menghilangkan hak pemilih. Ini adalah cara lain untuk mengurangi suara," katanya kepada wartawan. Mesin itu kemudian diganti, dan ia berhasil memberikan suaranya.

Jimenez menyampaikan, 400 hingga 600 mesin penghitungan suara mengalami gangguan sepanjang hari. Namun jumlah itu mewakili hanya sebagian kecil dari lebih 80.000 mesin penghitungan suara yang digunakan.

"Kami tidak pernah mengatakan ini akan menjadi pemilihan yang sempurna. Begitu banyak mesin yang digunakan, tidak dapat dihindari bahwa beberapa akan mengalami kegagalan fungsi. Itu sebabnya kami memiliki mesin cadangan," katanya.

Reporter: Siti Khotimah
Sumber: Liputan6 [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Pemilu Filipina
  2. Filipina
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini