Dubes RI: Imigrasi Italia paksa jilbab dilepas bukan diskriminasi

Kamis, 13 April 2017 15:27 Reporter : Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Dubes RI: Imigrasi Italia paksa jilbab dilepas bukan diskriminasi Duta Besar Indonesia untuk Italia Esty Andayani. ©2017 Merdeka.com/Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro

Merdeka.com - Duta Besar terlantik Indonesia untuk Italia Esty Andayani menyebutkan tindakan membuka hijab oleh petugas imigrasi Italia bukan sebuah langkah diskriminatif. Duta Besar yang baru dilantik Presiden Joko Widodo Maret lalu ini menyebutkan, kejadian yang menimpa mahasiswi asal Indonesia di bandara Roma merupakan standar keamanan di Italia.

Esty yang ditemui di Warung Daun, Jakarta Pusat, mengatakan tak hanya di bandara Roma saja yang memperlakukan wanita berhijab seperti itu, namun seluruh lapangan udara di seantero Italia.

"Hal itu bukan sesuatu yang diskriminatif, namun standar umum di Italia. Tidak hanya di Bandara Roma, tapi di bandara lain juga di seluruh Italia," ujarnya, Kamis (13/4).

Dia meminta warga negara Indonesia yang akan melancong ke Italia untuk memaklumi standar keamanan Negeri Menara Pisa itu. Pasalnya, insiden terorisme yang terjadi di Benua Eropa membuat negara-negara di sana memperketat peraturan keamanan.

Dijelaskan Esty, membuka semua yang menutupi kepala dan wajah adalah hal lumrah, baik itu kacamata baca, topi, hingga hijab.

"Kalau di Italia, jelas harus membuka semua barang yang menutupi wajah dan kepala, semisal kacamata, topi, dan juga hijab. Hal itu adalah lumrah," tuturnya.

Meski memakai hijab atau kerudung, hal tersebut tetap harus dibuka. Bahkan, imbuh Esty, disediakan tempat untuk membuka hijab dan diperiksa di sana.

Mengetahui kejadian ini, Esty menyebutkan telah meminta stafnya di KBRI Roma untuk mengimbau para WNI yang akan ke Italia. Dalam imbauan disebutkan untuk mematuhi peraturan keamanan di sana.

Kemarin, sebuah video viral beredar di sosial media usai seorang mahasiswi curhat mengenai kejadian tidak menyenangkan yang dialaminya di imigrasi Italia, ketika hendak meninggalkan negara itu dan kembali ke London, tempatnya menuntut ilmu.

Para petugas tersebut memaksanya melepaskan jilbab yang dikenakannya. Aghnia Adzkia, nama mahasiswi itu, menolak karena tidak ada aturan yang menyebutkan seseorang untuk diperiksa dengan melepaskan penutup kepala miliknya.

Di saat bersamaan, dia justru melihat dua biarawati melenggang begitu saja tanpa diperiksa. [tyo]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini