Dua warga Amerika jadi teroris setelah masuk Islam

Jumat, 23 November 2012 07:12 Reporter : Pandasurya Wijaya
Dua warga Amerika jadi teroris setelah masuk Islam Ilustrasi Teroris. ©shutterstock.com/Marijus Auruskevicius

Merdeka.com - Dua dari empat orang warga Amerika Serikat tersangka teroris ternyata baru menjadi mualaf dua tahun lalu. Termasuk salah satunya warga muslim Vietnam kelahiran Amerika. Dia juga pengangguran dan baru menjadi ayah.

Stasiun televisi Al Arabiya, melaporkan, Kamis (22/11), Miguel Alejandro Santana Vidriales, 21 tahun, dan Ralph Deleon, 23 tahun, menyatakan masuk Islam setelah mereka bertemu Umar Kabir, 34 tahun, seorang warga Amerika asal Afganistan, di Ontario, Negara Bagian California.

Kabir mendoktrin kedua remaja itu dengan ajaran radikal dari Anwar al-Awlaki, pentolan Al-Qaidah yang terbunuh dalam penyerbuan di Yaman tahun lalu.

Kabir kemudian kembali ke Afganistan namun tetap menjalin komunikasi dengan kedua remaja itu. Polisi menangkap Kabir pekan lalu sebelum dia mencoba pergi ke Ibu Kota Istanbul dan Afganistan. Kabir berencana mengadakan pertemuan dengan kelompoknya.

Keempat lelaki itu kemudian didakwa menyediakan perlengkapan pendukung bagi teroris dan terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Para ahli mengungkapkan remaja-remaja di wilayah pinggiran kota belakangan ini banyak yang terpengaruh ajaran radikal. "Untuk masuk Islam hanya perlu mengucapkan dua kalimat syahadat. "Mereka boleh jadi menjalankan salat lima waktu, berpuasa, tapi mereka tidak memahami Islam secara keseluruhan," kata Muhamad Ali, pakar studi Islam sekaligus asisten profesor di Universitas California, Riverside.

Pendidikan dan pemahaman terhadap suatu ajaran agama atau keyakinan tertentu menjadi isu penting di Amerika saat ini. [fas]

Topik berita Terkait:
  1. Amerika Serikat
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini