Dua Roket Jatuh Dekat Kedutaan Besar Amerika di Irak

Selasa, 21 Januari 2020 11:08 Reporter : Hari Ariyanti
Dua Roket Jatuh Dekat Kedutaan Besar Amerika di Irak Kedubes AS di Baghdad, Irak.. ©AFP

Merdeka.com - Dua roket jatuh di dekat Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Baghdad, Irak. Kedutaan Besar AS terletak di Zona Hijau yang dijaga ketat, menurut sumber-sumber keamanan.

Sirene terdengar di seluruh wilayah Zona Hijau sesaat setelah roket tersebut mendarat. Namun belum ada keterangan lebih lanjut terkait hal tersebut. Demikian dikutip dari Alarabiya, Selasa (21/1).

AS menyalahkan paramiliter yang didukung Iran atas sejumlah serangan serupa dalam beberapa bulan terakhir di wilayah Zona Hijau. Sampai saat ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan roket tersebut.

Sejak awal Januari, terjadi ketegangan di wilayah tersebut setelah pembunuhan Panglima Garda Revolusi Iran, Jenderal Qassim Sulaimani. Sulaimani tewas dalam serangan udara AS di Bandara Internasional Baghdad. Serangan tersebut atas perintah Presiden AS, Donald Trump.

Sulaimani dibunuh saat iring-iringan mobilnya keluar dari bandara setelah terbang dari Damaskus, Suriah. Setelah mendarat di Baghdad, Sulaimani disambut petinggi militer Irak, Abu Mahdi Al-Muhandis yang juga tewas dalam serangan tersebut.

Ketegangan AS-Iran meningkat sejak saat itu dan diprediksi akan memicu perang. Sepekan kemudian, Iran melakukan serangan balasan ke dua pangkalan pasukan AS di Irak. Namun tak ada korban jiwa dalam serangan tersebut.

1 dari 1 halaman

Rudal Teknologi Satelit Rusia

Rudal-rudal Iran yang diluncurkan Pasukan Garda Revolusi ke pangkalan pasukan AS di Irak pekan lalu diduga memakai teknologi satelit Rusia. Demikian dilaporkan media penerbangan Rusia Avia.Pro yang mengutip stasiun televisi Pravda TV.

Menurut laporan itu, rudal Iran yang menyasar pangkalan militer AS di Irbil dan Ain Al-Assad di Provinsi Al-Anbar dipandu pergerakannya dengan satelit Rusia.

"Itulah sebabnya diyakini 17 dari 19 rudal balistik Iran sukses mengenai target yang berjarak beberapa ratus kilometer dari perbatasan Iran," kata Avia.Pro, seperti dilansir laman Al Masdar, Senin (13/1).

"Perlu proses perubahan selama dua generasi untuk mendapatkan akurasi dan tingkat ketepatan yang memuaskan, seperti yang diperlihatkan hasilnya di Suriah dalam serangan ke kelompok teroris. Karena itulah Iran bisa mengumumkan dengan bangga pencapaian mereka hingga akurasi sepuluh meter," kata stasiun televisi Pravda.

"Dengan satelit GPS Amerika bisa membuat terobosan untuk sistem panduan rudal segala tipe. Tapi rasanya tidak mungkin AS akan mengizinkan Iran memakai satelitnya untuk meluncurkan rudal ke pangkalan militer mereka di Irak. Tapi GPS bukan satu-satunya satelit. Rusia punya GLONASS yang kemampuannya setara. China punya Beidou yang belum terlalu akurat. Jadi Anda bisa menebak bagaimana Iran bisa meraih akurasi semacam itu," kata Pravda.

Foto satelit memperlihatkan sejumlah kerusakan di berbagai lokasi di pangkalan militer Ain Al-Assad tapi Washington mengatakan tentara AS tidak ada yang jadi korban dalam serangan rudal Iran itu karena mereka sudah mengambil tindakan pencegahan sebelumnya. [pan]

Baca juga:
Sebut AS Pengecut, Iran Bersumpah akan Balas Kematian Sulaimani Secara Jantan
Serangan Siber AS dan Israel Sebabkan Jatuhnya Pesawat Ukraina di Iran?
Sepak Terjang Ismail Qaani, Pemimpin Baru Garda Revolusi Iran
Donald Trump Cerita Detik-detik Jenderal Soleimani Tewas
Lima Negara Tuntut Iran Bayar Kompensasi Atas Jatuhnya Pesawat Ukraina

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini