Dua kelompok etnis di Myanmar sepakat gencatan senjata dengan pemerintah

Rabu, 24 Januari 2018 15:42 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Dua kelompok etnis di Myanmar sepakat gencatan senjata dengan pemerintah militer myanmar. ©2017 AFP Photo

Merdeka.com - Dua kelompok etnis di Myanmar sepakat melakukan gencatan senjata dengan pemerintah. Mereka berharap bisa mengakhiri konflik bersenjata selama puluhan tahun.

Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi berusaha menghidupkan kembali proses perdamaian yang sempat terhenti.

Menurut koran Global New Light of Myanmar, kedua kelompok dari etnis Mon dan Lahu sepakat menandatangani perjanjian gencatan senjata (NCA) setelah bertemu dengan Suu Kyi dan Jenderal Senior Min Aung Hlaing di Naypyitaw, Selasa (23/1).

"Saya berterima kasih kepada etnis nasional kita, saudara, saudari dan warga suku Mon dan Lahu, karena membantu membentuk persatuan, perdamaian dalam persatuan dan pembangunan yang berdasarkan perdamaian," kata Suu Kyi, dilansir dari laman Reuters.

Para analis mengungkapkan dengan adanya kesepakatan kedua kelompok tersebut, ada langkah positif untuk melakukan negosiasi dengan kelompok bersenjata lainnya.

Saat ini masih ada 10 kelompok pemberontak lainnya yang belum bergabung dengan NCA. [ian]

Topik berita Terkait:
  1. Myanmar
  2. Konflik Myanmar
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini