Dua Jurnalis Myanmar Divonis Dua Tahun Penjara karena Liput Demo Anti Kudeta

Jumat, 4 Juni 2021 11:28 Reporter : Hari Ariyanti
Dua Jurnalis Myanmar Divonis Dua Tahun Penjara karena Liput Demo Anti Kudeta Aksi Protes Kudeta Militer Myanmar. ©2021 AFP/Ye Aung THU

Merdeka.com - Pengadilan Myanmar yang dikuasai militer memenjarakan dua jurnalis di bawah undang-undang era kolonial yang baru-baru ini direvisi, di mana penyebaran “berita palsu” ditetapkan sebagai kejahatan. Revisi itu bagian dari tindakan keras junta militer yang terus berlangsung terkait peliputan media atas krisis di negara tersebut.

Pada Rabu, pengadilan militer di Myeik selatan menjatuhkan hukuman dua tahun penjara untuk Aung Kyaw dari Suara Demokratik Burma (DVB) dan Zaw Zaw, seorang reporter lepas untuk Mizzima News, karena meliput unjuk rasa anti-kudeta yang melanda Myanmar sejak 1 Februari.

Aung Kyaw, yang menyiarkan langsung penangkapannya, adalah jurnalis DVB ketiga yang dipenjara sejak kudeta.

Militer juga menindak media independen, mencabut izin sejumlah organisasi berita, termasuk DVB dan Mizzima, juga membatasi akses ke internet dan melarang televisi satelit.

“Junta militer secara ilegal menahan Aung Kyaw,” kata DVB dalam sebuah pernyataan yang menyerukan pembebasannya.

“Ini jelas merupakan pelanggaran hukum nasional dan internasional oleh junta Burma," lanjutnya, dikutip dari Al Jazeera, Jumat (4/6).

Mizzima mengatakan Zaw Zaw adalah salah satu dari lima stafnya yang ditahan sejak kudeta dan menyerukan pembebasannya.

“Mizzima sangat percaya bahwa jurnalisme dan hak atas kebebasan berekspresi bukanlah kejahatan dan bahwa Mizzima dan semua media independen Myanmar harus diizinkan untuk berfungsi secara bebas di Myanmar,” katanya dalam sebuah pernyataan di situsnya.

Menurut kelompok pemantau Reporting ASEAN, 87 wartawan telah ditangkap sejak kudeta dan 51 masih ditahan.

Human Rights Watch mengecam vonis tersebut dan mengatakan tuduhan itu “bermotivasi politik dan palsu”.

“Langkah militer untuk memburu para jurnalis dari media Burma yang dihormati seperti DVB dan Mizzima adalah soal mencekik narasi independen tentang apa yang terjadi di Myanmar,” kata Wakil Direktur Asia Reporting Asian Phil Robertson dalam sebuah pernyataan.

Baca Selanjutnya: Penangkapan jurnalis asing...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini